TEHERAN / RIYADH / BEIJING — 7 Maret 2026
Pada 7 Maret 2026, perang memasuki fase eskalasi sipil: Israel serang depot minyak Shahran di Teheran timur laut, membakar fasilitas utama pasok bahan bakar ibu kota. Langit Teheran merah-hitam, dengan hujan jelaga turun ke kota.
Dikutip dari PBS NewsHour / AP, 7 Maret 2026: "Pilar api meroket dari fasilitas minyak Teheran; Netanyahu janji 'banyak kejutan' di fase selanjutnya, target sumber ekonomi rezim." CNN laporkan warga sebut "malam tergelap," dengan serangan wide-scale ke markas IRGC.
Dikutip dari CNN, 7 Maret 2026: "Hujan hitam jatuh di Teheran pasca-serangan; Israel target energi sipil." Korban total: 1.332+ tewas di Iran, 2 di Arab Saudi (pertama), 7 prajurit AS gugur. Harga minyak melonjak: Brent +24%, WTI +31%.
Presiden Iran Pezeshkian minta maaf ke negara Teluk, hentikan serangan kecuali dari wilayah mereka. Dikutip dari Al Jazeera, 7 Maret 2026: "Iran hentikan serangan tetangga kecuali balasan; Pezeshkian: hormati kedaulatan, tapi bela diri." IRGC konfirmasi ikuti, tapi Trump sebut "tanda menyerah."
Dikutip dari Al Jazeera, Day 8 War Update, 7 Maret 2026: "Trump: Iran hilang segalanya; CENTCOM: 3.000 target, 43 kapal hancur." Selat Hormuz terbuka tapi berisiko.
China kecam: Dikutip dari CNN, 7 Maret 2026: "Wang Yi: perang tak untungkan siapa pun, seru henti segera." Arab Saudi duka korban pertama pasca-proyektil hantam residensial.
Eskalasi ini ancam kelaparan bahan bakar di musim dingin, ubah perang jadi penderitaan sipil massal.

