SUARBERITA.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Mamuju, Sulawesi Barat, dengan menyerap aspirasi petani kakao, meninjau program bedah rumah, hingga menghadiri perayaan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menerima sejumlah keluhan masyarakat, mulai dari dampak kekeringan terhadap perkebunan kakao hingga persoalan pupuk subsidi dan infrastruktur pertanian.
Petani keluhkan kakao mati akibat kemarau
Salah satu agenda Gibran adalah berdialog dengan petani kakao di Sentra Pembibitan Kakao Mamunyu. Dalam pertemuan itu, petani menyampaikan berbagai persoalan yang memengaruhi produktivitas perkebunan mereka.
Sejumlah petani mengeluhkan pohon kakao yang mati akibat kemarau. Selain itu, ketersediaan pupuk subsidi yang belum sesuai kebutuhan serta kerusakan jalan tani turut menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Gibran mendorong koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk memastikan distribusi pupuk sesuai kebutuhan petani.
Ia juga meminta agar kebutuhan alat pertanian dan perbaikan infrastruktur yang disampaikan masyarakat dapat dikoordinasikan dengan kementerian terkait.
"Saya kira hari ini juga mungkin beberapa minggu ke depan sudah mulai hujan. Tapi yang pompa tadi tetap harus tetap kita adakan ya Pompa, senso, hand sprayer, alat penyemprot-penyemprot, hamanya ya tadi dan yang paling penting ketersediaan pupuk, obat-obat, hama Itu saja," ungkapnya
Kawal bedah rumah dan sanitasi warga
Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Gibran meninjau program bedah rumah di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku.
Perjalanan menuju lokasi sempat terkendala hujan deras dan jembatan yang terputus. Gibran kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor untuk menemui warga.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran menekankan bahwa program bedah rumah tidak hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik bangunan, tetapi juga harus memperhatikan sanitasi dan kesehatan keluarga penerima bantuan.
“Pembangunan harap juga memperhatikan sisi sanitasi dan kesehatan, sehingga bantuan bedah rumah ini bisa jadi salah satu bentuk intervensi untuk mencegah stunting,” tegas Wapres.
Menurutnya, kualitas hunian yang layak dan lingkungan yang sehat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk mendukung upaya pencegahan stunting.
Ia juga meminta pendataan warga yang masih membutuhkan bantuan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Hadiri satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang
Selain agenda pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Gibran menghadiri perayaan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang di Tamalea, Desa Bonehau.
Perayaan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan masuknya Injil ke Tanah Kalumpang sejak 1926.
Dalam kesempatan itu, Gibran mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga keimanan, budaya, dan kelestarian alam.
“Banyak hal yang bisa berubah, tapi saya mengapresiasi bagaimana para pendeta, warga Kalumpang menjaga agar terang dari 100 tahun lalu tetap menyala di masa kini. Menjaga agar keteguhan dari 100 tahun lalu tetap mengakar kuat. Menjaga agar keyakinan dari 100 tahun lalu tetap lestari,” ujar Wapres.
Ia juga menekankan pentingnya pelestarian bahasa Kalumpang serta kain tradisional Sekomandi agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan wilayah Kalumpang, termasuk usulan peningkatan status jalan Bonehau–Kalumpang dari jalan provinsi menjadi jalan nasional.
Melalui rangkaian agenda tersebut, pemerintah menerima berbagai masukan masyarakat yang mencakup sektor pertanian, perumahan, kesehatan, hingga pelestarian budaya.
Persoalan yang disampaikan petani kakao, kebutuhan hunian layak, serta pembangunan infrastruktur menjadi sejumlah pekerjaan yang memerlukan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.

