Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Krisis Solar Subsidi: Jeritan Pengusaha Angkutan di Tengah Kebocoran Distribusi

Moh Wasil Haqqullah25 Juni 202617.15 WIB
Krisis Solar Subsidi: Jeritan Pengusaha Angkutan di Tengah Kebocoran Distribusi

SUARBERITA.COM - Masalah klasik kelangkaan BBM jenis biosolar subsidi kembali mencuat. Pengusaha angkutan logistik kini terjepit di antara sulitnya akses pengisian di SPBU dan ancaman operasional yang kian merugikan sektor transportasi nasional.

Kelangkaan BBM subsidi menjadi beban berat bagi pelaku usaha transportasi. Pengusaha mendesak perbaikan sistem distribusi yang transparan agar penyaluran BBM tepat sasaran. Gemilang, salah satu narasumber, menyarankan agar Pertamina segera mengintegrasikan database truk logistik guna memprioritaskan mereka dan mengurangi risiko kebocoran distribusi di lapangan.

Praktik penyimpangan, terutama yang terjadi saat SPBU sepi di malam hari, masih menjadi musuh utama. Budi, narasumber lainnya, menegaskan bahwa pengawasan serta penindakan terhadap oknum penyalahguna BBM subsidi masih jauh dari harapan. "Pengawasan dan penindakan masih buruk. Ini perlu ada perbaikan, agar BBM ini bisa dirasakan manfaatnya secara merata, baik pengusaha maupun operator angkutan di Jawa dan di luar Jawa," ucap Budi. Dikutip dari Kompas.id, Kamis (25/6/2026).

Lemahnya pengawasan memicu antrean panjang dan kerugian waktu yang signifikan bagi awak kendaraan. Akibatnya, arus distribusi logistik sering kali tersendat, yang tidak hanya mengganggu operasional pengusaha, tetapi juga berisiko terhadap efisiensi biaya logistik secara nasional.

Masalah menahun ini memerlukan ketegasan pengawasan dari pihak terkait, seperti Pertamina dan BPH Migas. Tanpa perbaikan sistem distribusi dan penindakan tegas terhadap oknum pelansir BBM, beban operasional pengusaha akan terus membengkak, yang pada akhirnya mengganggu stabilitas logistik nasional dan merugikan pelayanan publik secara luas di lapangan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!