SUARBERITA.COM– Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan APBN dengan jumlah banyak. Di tengah situasi krisis geopolitik global, netizen menilai bahwa MBG semestinya dihentikan.
Dilansir dari akun resmi Emtek Media, pemimpin redaksi SCTV dan Indosiar yaitu Retno Pinasti bertanya kepada Presiden Prabowo soal pelaksanaan program MBG di tengah kondisi dunia yang bergejolak saat diskusi bersama jurnalis senior dan pengamat di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3) malam.
Presiden Prabowo menjawab, “MBG tetap berjalan, uangnya ada, APBN cukup. Kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang yang tidak produktif dibandingkan MBG. This is strategic untuk ketahanan pangan di tengah krisis dan human capital. Anda tidak lihat anak orang miskin yang susah makan? Bukan untuk anak orang kaya yang rumahnya di Menteng, Jakarta.”
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan telah melakukan efisiensi anggaran secara nyata untuk pengeluaran tidak produktif seperti acara seremonial, studi banding, kunjungan keluar negeri yang tidak urgent, pembelian alat kantor yang berlebihan, dan lain-lain.
Prabowo juga menjelaskan bahwa Rockefeller Institute dari Amerika Serikat yang termasuk World Food Programme dari United Nations datang ke Indonesia untuk meneliti MBG. Mereka mengatakan, “Mr. President, you made the best investment! You know why? Because one dollar spent on MBG is returns between seven dollars in the short run and thirty-five dollars in the long run.”
Mengacu pernyataan Rockefeller Institute, Prabowo menekankan bahwa MBG tidak hanya berfungsi untuk ketahanan pangan dan pembangunan manusia, melainkan dapat memberikan keuntungan untuk pemasukan negara sebagai investasi jangka panjang.
Presiden Prabowo pun mengakui masih terdapat kekurangan dari MBG, tetapi dirinya telah mengevaluasi untuk perbaikan dan memerintahkan untuk menutup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai standar operasional prosedur.
(Muhammad Nadhif Firdausi)
