SUARBERITA.COM - Seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Hingga Rabu (5/8), tim gabungan masih berupaya memadamkan api di sejumlah titik yang tersebar di wilayah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan korban diduga melintasi kawasan yang dipenuhi asap tebal saat hendak pulang. Korban diduga kehilangan kesadaran sebelum akhirnya tubuhnya terbakar.
"Korban diduga menerobos kepulan asap saat hendak pulang. Kemungkinan karena kekurangan oksigen korban pingsan, kemudian di sisi kanan dan kiri jalan terdapat api sehingga korban meninggal dalam keadaan terbakar," ujar Yunifar di Ketapang, Rabu (5/8), dikutip dari CNN INdonesia
Selain korban meninggal, BPBD juga menerima laporan seorang warga lanjut usia mengalami luka bakar. Korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit dr. Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan perawatan.
Yunifar menyebut kondisi karhutla di Kabupaten Ketapang masih belum sepenuhnya terkendali. Tim gabungan terus melakukan pemadaman, termasuk dengan dukungan helikopter water bombing yang mulai dioperasikan di sejumlah lokasi prioritas, seperti Desa Pelang dan Bukit Gunung Skuri, Kecamatan Sungai Laur.
BPBD memperkirakan luas lahan yang terbakar di Desa Pelang telah mencapai lebih dari 40 hektare. Proses pemadaman dari darat masih terkendala minimnya sumber air di lokasi kebakaran.
"Kendala utama di lapangan adalah sumber air yang sangat terbatas. Karena itu, operasi water bombing sangat dibutuhkan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat," ujarnya.
BPBD berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat menempatkan helikopter patroli dan water bombing di Bandara Rahadi Oesman Ketapang agar penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat.
Menurut Yunifar, titik kebakaran telah ditemukan di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.

