Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Kuliner

Konsumsi Protein Berlebih Berisiko Mempercepat Penuaan, Ini Penjelasan Ahli

Moh Wasil Haqqullah5 Juli 202613.00 WIB
Konsumsi Protein Berlebih Berisiko Mempercepat Penuaan, Ini Penjelasan Ahli

SUARBERITA.COM - Meskipun protein dikenal sebagai nutrisi krusial bagi tubuh, temuan terbaru menunjukkan bahwa konsumsi yang berlebihan justru dapat memicu dampak negatif bagi kesehatan jangka panjang dan mempercepat proses penuaan seluler seseorang.

Protein memang esensial untuk membentuk otot dan menjaga fungsi tubuh. Namun, ahli penuaan sehat sekaligus CEO Prolon, Dr. Joseph Antoun, memperingatkan bahwa konsumsi protein berlebih terutama dari sumber hewani seperti daging, susu, dan telur dapat memicu peningkatan kadar Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1). Menurut Antoun, "IGF-1 adalah hormon yang berperan penting dalam pertumbuhan dan proliferasi sel," kata Antoun. Dikutip dari Kompas, Minggu (28/6/2026).

Walaupun hormon ini penting saat masa kanak-kanak atau perbaikan jaringan, kadar IGF-1 yang terus-menerus tinggi pada orang dewasa justru berisiko. Tingginya hormon ini dapat menekan proses autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan dan mendaur ulang sel yang rusak. Jika proses pembersihan ini terhambat, pertumbuhan sel menjadi tidak seimbang dengan perbaikan sel, yang akhirnya berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronis serta percepatan penuaan biologis.

Antoun bahkan menyebut fenomena ini sebagai diabetes protein, di mana tubuh mengalami penuaan lebih cepat akibat asupan protein yang tidak proporsional dibandingkan kebutuhan untuk menjaga massa otot saja.

Secara keseluruhan, penting untuk menjaga keseimbangan asupan nutrisi daripada sekadar mengonsumsi protein dalam jumlah besar. Membatasi konsumsi protein hewani berlebihan dapat membantu menjaga kadar hormon IGF-1 tetap stabil. Dengan demikian, tubuh dapat menjalankan proses perbaikan sel secara optimal dan terhindar dari risiko penuaan dini serta berbagai penyakit kronis di masa depan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!