Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat seorang jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Surabaya asal Probolinggo, Sukri, merasa cemas. Ia khawatir situasi perang dan ancaman serangan udara dapat membahayakan perjalanan ibadahnya ke Tanah Suci, sehingga keberangkatan terasa seperti pertaruhan keselamatan.
Sukri mengaku hanya bisa pasrah dan terus berdoa menjelang keberangkatan yang dijadwalkan pada Rabu (22/4) pukul 02.00 WIB. Ia berharap seluruh proses perjalanan dapat berjalan aman tanpa gangguan di jalur penerbangan internasional.
“Kalau kita pasrah lillahi ta’ala, hidup mati semua karena Allah. Mudah-mudahan diberi keselamatan,” ujarnya, dilansir dari CNN Indonesia
Sementara itu, pemerintah memastikan proses pemberangkatan haji tetap aman dan terkendali. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memantau situasi kawasan, sekaligus menjamin keamanan penerbangan.
Penerbangan jemaah haji juga dipastikan menggunakan rute langsung menuju Jeddah tanpa melewati wilayah udara berisiko. Sebanyak 760 jemaah dari Kloter 1 dan 2 asal Probolinggo telah berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya dan menjadi rombongan pertama yang berangkat pada musim haji tahun ini.

