Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Hukum

Komplotan Pencuri Tas Lululemon di Kargo Bandara Soetta Dibekuk, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

Abd Munib17 Mei 202608.30 WIB
Komplotan Pencuri Tas Lululemon di Kargo Bandara Soetta Dibekuk, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

SUARBERITA.COM - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar kasus pencurian barang ekspor berupa tas merek Lululemon di area kargo Bandara Soekarno-Hatta. Tiga pelaku berhasil ditangkap setelah aksi mereka menyebabkan kerugian perusahaan mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan, ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial R (K), A dan F. Mereka ditangkap di kawasan Karawaci, Kota Tangerang.

“Tiga tersangka berhasil diamankan terkait kasus pencurian dan penadahan barang ekspor berupa tas merek Lululemon yang menyebabkan kerugian lebih dari Rp1 miliar bagi perusahaan ekspor,” kata Wisnu dikutip dari sindonews.com, Sabtu (16/5/2026).

Kasus terungkap setelah PT Pungkook Indonesia One melaporkan hilangnya barang ekspor yang dikirim melalui kargo maskapai Garuda Indonesia menuju Shanghai, China. Pihak penerima di China diketahui tidak menerima seluruh barang sesuai jumlah pengiriman.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di area RA BST dan Pergudangan Soewarna Bandara Soekarno-Hatta. Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya 40 karton yang sengaja dipisahkan saat proses pemeriksaan X-Ray.

Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono mengungkapkan, tersangka F berperan mengatur pemisahan puluhan karton tersebut agar dapat dimasukkan ke dalam truk boks.

“Tersangka R alias K diduga menjadi otak sekaligus eksekutor pencurian, sedangkan A membantu pelaksanaan aksi,” ujar Yandri.

Dari pemeriksaan diketahui sebanyak 80 tas hasil curian dijual kepada penadah berinisial BO dengan harga Rp300 ribu per buah. Polisi menyebut praktik pencurian dalam jumlah kecil di area kargo diduga sudah beberapa kali terjadi, namun sebelumnya tidak pernah dilaporkan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!