Suar Berita
Sosial

KKP Siapkan 1.000 Titik Kampung Nelayan Merah Putih pada 2027, Survei Libatkan 3.500 Peserta

Angelina Iskandar Saputri31 Oktober 202612.00 WIB
KKP Siapkan 1.000 Titik Kampung Nelayan Merah Putih pada 2027, Survei Libatkan 3.500 Peserta

SUARBERITA.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menyiapkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk 2027. Sebanyak 3.500 peserta dari 37 provinsi dibekali untuk melakukan survei terhadap ribuan calon lokasi. Program tersebut direncanakan menyasar 1.000 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Dikutip dari siaran pers resmi KKP berjudul “KKP Mulai Persiapkan KNMP 2027, Utamakan Kebutuhan dan Kesiapan Nelayan” (30/10), program ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, mulai dari produksi, pengolahan, logistik, hingga pemasaran. Pengembangannya akan disesuaikan dengan potensi dan karakter usaha masyarakat di setiap lokasi.

“Kami ingin memastikan pembangunan KNMP nantinya sesuai kebutuhan masyarakat nelayan, mendukung potensi usaha setempat, dan memiliki kesiapan pengelolaan agar manfaatnya berkelanjutan. Maka dari itu, penilaiannya terhadap calon lokasi harus dilakukan dengan benar,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dikutip dari laman resmi KKP (30/10).

KKP menjelaskan, pembekalan peserta berlangsung secara daring pada 27–29 Oktober 2026. Peserta berasal dari perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat lokal, politeknik kelautan dan perikanan, serta unit pelaksana teknis pelabuhan perikanan. Mereka dibekali metode pengumpulan dan verifikasi data, wawancara masyarakat, observasi lapangan, serta penggunaan perangkat survei digital.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, meminta tim survei menggali kebutuhan nelayan kecil, awak kapal, perempuan yang bekerja di sektor perikanan, pengolah, hingga pedagang. “Kata kunci yang harus kita pegang teguh saat survei atau penilaian calon lokasi KNMP adalah dengarkan masyarakat dan pahami kegiatan ekonominya,” ujarnya, dikutip dari siaran pers yang sama (30/10).

Survei dan penilaian calon lokasi dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Desember 2026. KKP menegaskan bahwa usulan maupun kehadiran tim survei belum berarti suatu wilayah telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan. Penilaian masih mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, potensi perikanan, kesiapan lahan, akses pasar, dan infrastruktur pendukung.

Program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat usaha dan pendapatan keluarga nelayan secara berkelanjutan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!