Tahukah kamu Garam (NaCl) yang selama ini kita kenal sebagai zat penambah rasa berasal, Pulau Madura selama ini dikenal sebagai pulau garam di Indonesia, Sejarah garam Pulau Madura berawal dari keunggulan alamnya yang mendukung produksi garam skala besar, yang kemudian berkembang menjadi industri di bawah kebijakan kolonial Belanda pada abad ke-19.
Perkembangan Industri Garam
• Industri garam di Madura mulai
berkembang pesat pada abad ke-19 di bawah kebijakan monopoli Belanda, meskipun
ini menyebabkan perebutan komoditas garam antara Belanda, Jepang, dan Inggris.
Petani garam sempat mengalami peningkatan kesejahteraan saat itu, namun juga
sering menghadapi sanksi berat jika membangkang terhadap aturan pemerintah.
• Setelah kemerdekaan, sistem
monopoli garam mulai ditinggalkan pada akhir 1950-an dengan adanya kebijakan
penghapusan monopoli garam tahun 1957, yang membuka kesempatan bagi rakyat
untuk memproduksi garam secara mandiri.
• Di era 1970-an, pemerintah Orde Baru kembali menerapkan monopoli perdagangan garam, meskipun industri garam tetap berkembang hingga kini melalui peran PT Garam sebagai BUMN
Latar Belakang Keunggulan Alam
• Kondisi alam Madura, yang tidak
memiliki banyak sungai dan sumber air tawar, membuat air lautnya menjadi sangat
pekat dan kaya mineral garam.
• Musim kemarau yang panjang, sekitar
empat hingga lima bulan, sangat mendukung proses penguapan dan pengeringan air
laut untuk menghasilkan kristal garam.
• Topografi yang datar di sebagian besar wilayah Pulau Madura memudahkan pembangunan tambak garam rakyat.
Teknik Produksi (Cara Madurese)
• Produksi garam di Madura dikenal
dengan cara "Madurese" atau cara orang Madura, yaitu kristalisasi air
laut secara menyeluruh.
• Garam diambil dari lapisan air
laut, mulai dari air yang terendah hingga teratas, lalu dikeringkan di bawah
sinar matahari dan diangin-anginkan untuk mendapatkan kristal

