Ketegangan pada konflik Timur Tengah Kembali memasuki babak baru. Di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya, Rusia mulai disebut-sebut ikut memberi dukungan kepada Teheran. Meski tidak secara langsung terlibat dalam pertempuran, sejumlah laporan intelijen Barat menyebut Moskow memberikan bantuan berupa informasi dan dukungan taktis kepada Iran.
Dilansir dari Washington Post, Sabtu, (07/03/2026), menurut dua pejabat yang mengetahui intelijen AS mengenai masalah ini, Rusia telah memberikan informasi kepada Iran yang dapat membantu Teheran menyerang kapal perang, pesawat terbang, dan aset Amerika lainnya.
Bantuan Rusia dalam perang proksi sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Sepanjang konflik tersebut, musuh AS termasuk Iran, Tiongkok, dan Korea Utara yang telah memberikan bantuan militer langsung atau dukungan material kepada Rusia untuk industri pertahanan Moskow yang luas. Sedangkan Amerika Serikat telah memberikan Ukraina peralatan militer seniali puluhan miliar dolar dan berbagi intelijen tentang posisi Rusia untuk meningkatkan penargetan Kyiv.
Dengan Iran yang telah menjadi salah satu pendukung utama Rusia selama perang Ukraina, berbagi teknologi untuk memproduksi drone serangan satu arah arah yang berulang kali digunakan untuk membanjiri pertahanan udara Kyiv dan menghabiskan persediaan pencegat Barat yang disumbangkan untuk melindungi kota-kota Ukraina. Hal ini membuktikan bahwa dukungan Rusia bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Dikutip dari CNBC, Sabtu, (07/03/2026).
Meski demikian, Kremlin menegaskan bahwa Iran tidak secara resmi meminta bantuan militer langsung dari Rusia. Dukungan Moskow sejauh ini lebih banyak bersifat diplomatic, teknis, dan strategis, bukan keterlibatan tempur secara terbuka. Situasi ini membuat konflik Timur Tengah semakin kompleks. Ketika kekuatan besar seperti Rusia mulai terlibat, meski tidak secara langsung ketegangan geopolitik global pun ikut meningkat.

