Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Ketegangan Timur Tengah Hambat Jalur Minyak: Kapal Indonesia Sempat Tertahan, Pemerintah Pastikan Stok Energi Nasional Aman

Chaterina R6 Maret 202614.50 WIB
Ketegangan Timur Tengah Hambat Jalur Minyak: Kapal Indonesia Sempat Tertahan, Pemerintah Pastikan Stok Energi Nasional Aman

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini mulai berdampak pada jalur distribusi energi global. Dilansir dari Kompas.com, Rabu, 4 Maret 2026, dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan tertahan di kawasan Selat Hormuz setelah wilayah tersebut mengalami penutupan sementara akibat meningkatnya konflik regional. Bahlil Lahadalia Menteri energi dan Sumber Daya (ESDM) mengatakan, dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di Sekat Hormuz terus diupayakan untuk bisa keluar dari wilayah konflik tersebut.

Penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz terjadi setelah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk. Sedangkan Selat Hormuz ini adalah salah satu jalur energi paling penting di dunia karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah. Dimana akibat dari situasi keamanan yang memburuk sejumlah kapal tanker international termasuk milik Indonesia terpaksa tertahan di perjalanan.

Sebagaimana kutipan dari Kompas.com , Minggu, 1 Maret 2026, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta China membujuk Iran agar tidak menutup Selat Hormuz, disusul dengan serangan Washington terhadap fasilitas nuklir Teheran. Penutupan Selat Hormuz memiliki potensi menyeret negara-negara Arab Teluk yang sebelumnya sempat kritis terhadap serangan Israel ke dalam konflik demi melindungi kepentingan dagang mereka.

PT Pertamina International Shipping (PIS) sudah memastikan dan terus memantau secara intensif ke seluruh armada dan keselamatan pekerjanya yang berada di Timur Tengah. Saat ini kapal Pertamina Pride telah selesai melakukan proses loading dan sedang berlabuh di Ras Tanura-Arab Saudi.

Dengan adanya peristiwa ini menunjukkan betapa rentannya sistem distribusi energi global terhadap konflik geopolitik. Bagi Indonesia yang masih sangat bergantung pada impor minyak, stabilitas jalur perdagangan internasional menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan energi nasional. Pemerintah kini terus memantau perkembangan situasi sembari memastikan distribusi BBM dalam negeri tetap berjalan normal.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!