Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Ketegangan Berlanjut Meski Israel dan Hizbullah Sepakati Gencatan Senjata

Moh Wasil Haqqullah20 Juni 202613.10 WIB
Ketegangan Berlanjut Meski Israel dan Hizbullah Sepakati Gencatan Senjata

SUARBERITA.COM - Di tengah eskalasi konflik yang merenggut puluhan nyawa di Lebanon selatan, Israel dan Hizbullah akhirnya mengumumkan kesepakatan gencatan senjata. Meski demikian, situasi di lapangan tetap sangat rapuh dan penuh ketidakpastian.

Konfirmasi mengenai gencatan senjata ini disampaikan oleh seorang pejabat Amerika Serikat. Namun, laporan menunjukkan bahwa bentrokan masih terus terjadi pasca-pemberlakuan kesepakatan tersebut. Militer Israel menyatakan tetap akan merespons ancaman yang muncul.

Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, menegaskan, "Kami akan terus menghilangkan ancaman langsung, merespons setiap pelanggaran yang dilakukan Hizbullah, dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi warga sipil kami." Dikutip dari liputan6, Sabtu (20/6/2026).

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menyatakan bahwa upaya melenyapkan kelompoknya telah gagal. "Proyek untuk melenyapkan Hizbullah telah gagal, dan Israel akan mundur dari setiap jengkal tanah kami," ujar Qassem.

Ketegangan semakin memuncak setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengeluarkan pernyataan keras pascatewasnya empat tentara Israel. "Lebanon harus terbakar. Untuk setiap air mata ibu di Israel, seribu ibu di Lebanon harus tangis," ujarnya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding Israel menginginkan perang panjang dan menegaskan bahwa, "Setiap pelanggaran terhadap komitmen dalam nota kesepahaman akan dianggap sebagai tanggung jawab AS."

Implementasi gencatan senjata ini tampak tidak efektif karena serangan masih terus berlangsung. Saling tuding antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat mengenai kepatuhan terhadap nota kesepahaman kian menambah kompleksitas situasi. Rapuhnya komitmen kedua belah pihak menegaskan bahwa ancaman bentrokan berskala lebih luas tetap menjadi risiko nyata di kawasan tersebut dalam waktu dekat.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!