Kejuaraan Dunia Formula 1 sudah bertransformasi dengan sangat signifikan semenjak debut resminya tahun 1950. Evolusi ini sendiri mengalami peralihan dari balapan jalanan yang berisiko tinggi menjadi olahraga mobil berteknologi maju yang terus menembus batas inovasi otomotif. Dengan perjalanannya selama tujuh dekade tentu tidak hanya mencatat peningkatan kecepatan, tapi juga interaksi yang kompleks antara ambisi tim, struktur kejuaraan, dan juga momen yang tak akan terlupakan yang diwarnai dengan teknologi dan regulasi.
Ferrari (2000-2004)
Pada tahun 2000 hingga 2004 Ferrari memenangkan kejuaraan dunia yang berturut-turut selama 5 tahun. Dominasi ini sebelumnya belum pernah terjadi dan membuat F1 menjadi tontonan yang dapat diprediksi.
Red Bull (2010–2013, 2022–2023)
Power unit Honda berkembang yang awalnya dari underdog menjadi power unit paling efisien di grid. Maka dari itu dominasi Red Bull mulai terasa sejak 2020, sebelum akhirnya strike pada 2021 dan mendominasi penuh pada 2022 sampai 2023.
Mercedes (2014–2020)
Pada tahun 2026 ini regulasis sasis dan mesin mengalami perombakan besar-besaran. Bisa dibilang hal ini termasuk perombakan terbesar dalam 50 tahun terakhir.Hal ini membuat kita throwback pada 2014, ketika mercedes terbukti jauh lebih baik daripada yang lain dan tim pabrikan berhasil merebut semua gelar juara dunia hingga 2020. Maka dari itu FIA tidak takut dengan skenario Mercedes 2014.
Apakah regulasi FIA benar-benar efektif menghapus dominasi?
Nikolas Tombazis, Direktur Single-Seater FIA menyatakan keyakinannya bahwa akibat penolakan dari beberapa pabrikan, desain mesin cukup lugas tanpa adanya komponen MGU-H yang dulu menjadi pembeda performa sekaligus menjadi sumber biaya yang menggejolak. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, FIA sudah berbekal sistem konsensi yang disebut Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO). Dengan mekanisme ini kemungkinan pabrikan yang tertinggal dalam performa untuk mendapatkan keuntungan tambahan, termasuk alokasi dana pengembangan lebih besar di bawah anggaran yang ditentukan, jam uji coba mesin yang lebih panjang, serta peluang homologasi ulang. Era 2026 menjadi babak teknologi yang semakin canggih, namun diharapkan babak persaingan benar-benar kompetitif.

