Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Kesepakatan Impor Minyak Tiongkok Kepada Amerika Serikat Picu Lonjakan Harga Minyak Global

Moh Wasil Haqqullah17 Mei 202610.15 WIB
Kesepakatan Impor Minyak Tiongkok Kepada Amerika Serikat Picu Lonjakan Harga Minyak Global

SUARBERITA.COM - Dinamika pasar energi dunia kembali menunjukkan pergerakan signifikan menyusul pengumuman diplomatik penting antara dua kekuatan ekonomi terbesar global, Amerika Serikat dan Tiongkok. Kabar mengenai komitmen perdagangan baru ini memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar, yang segera merespons dengan mendorong grafik harga minyak mentah ke zona hijau di tengah kekhawatiran gangguan pasokan.

Menurut Donald Trump "Mereka telah setuju ingin membeli minyak dari Amerika Serikat, mereka akan pergi ke Texas, kita akan mulai mengirim kapal-kapal China ke Texas, Louisiana, dan Alaska." Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (16/05/2026).

Pada perdagangan Jumat (15/5/2026), harga minyak mentah dunia tercatat menguat tajam. Minyak Brent melonjak 3,25 persen menjadi 104,46 dollar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 2,11 persen ke level 103,30 dollar AS per barel. Pemicu utama lonjakan ini adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa Tiongkok telah sepakat untuk membeli minyak mentah dari Texas, Louisiana, dan Alaska. Langkah ini menandai babak baru dalam hubungan dagang kedua negara di sektor energi.

Selain faktor pembelian komoditas, optimisme pasar juga didorong oleh kesepahaman antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping mengenai keamanan jalur logistik laut. Kedua pemimpin sepakat untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional dan menentang segala bentuk militerisasi di wilayah strategis tersebut. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa Tiongkok akan berperan aktif di balik layar untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di selat tersebut, mengingat kepentingan ekonomi mereka yang besar terhadap stabilitas pasokan energi. Di sisi lain, ketegangan sempat memuncak akibat laporan penyitaan kapal oleh Iran, yang kian mempertegas urgensi keamanan maritim bagi stabilitas harga global.

Kenaikan harga minyak saat ini merupakan cerminan dari kombinasi antara prospek permintaan yang meningkat dari Tiongkok dan komitmen stabilitas geopolitik di jalur pelayaran utama. Meskipun rincian resmi dari Beijing masih dinantikan, sinyal kerja sama energi antara AS dan Tiongkok memberikan harapan bagi pasar internasional di tengah ketidakpastian situasi di Timur Tengah.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!