SUARBERITA.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia berkomitmen bahwa program Magang Nasional (MagangHub) dapat mempersiapkan kompetensi para lulusan baru (fresh graduate) dari perguruan tinggi sesuai kebutuhan dunia kerja untuk menurunkan angka pengangguran.
Dilansir dari Kantor Berita Nasional Antara, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono dalam keterangan pers di Jakarta pada Senin (3/8) mengatakan, “Kemnaker berharap program Magang Nasional dapat berkontribusi pada pengurangan pengangguran muda melalui peningkatan daya saing dan kesiapan kerja lulusan baru.”
Lebih lanjut, Faried menjelaskan bahwa salah satu masalah utama di Indonesia yaitu kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan formal dengan kebutuhan nyata di dunia kerja. Menurut Faried, banyak lowongan kerja mensyaratkan pengalaman dan kompetensi yang belum pernah didapatkan lulusan baru.
“Program ini memberikan ruang bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja nyata selama enam bulan, mendapat bimbingan dari mentor, memahami budaya kerja, mengasah kompetensi teknis dan nonteknis, serta membangun portofolio dan jejaring profesional,” ujar Faried.
Sementara itu, Kemnaker mencatat bahwa sejumlah 30 persen peserta program Magang Nasional pada tahun 2025 mendapatkan pekerjaan tetap baik direkrut oleh perusahaan yang menjadi tempat magang sebelumnya maupun perusahaan lain. Pemerintah berharap peningkatan angka penerimaan kerja pada tahun 2026 sehingga angka pengangguran lulusan baru menjadi berkurang.
Terhitung sekarang, perusahaan yang menjadi mitra pemerintah dalam pelaksanaan magang sedang melakukan proses seleksi. Pengumuman peserta yang lolos dilaksanakan pada 7 Agustus 2026, sedangkan hari pertama magang di perusahaan dilaksanakan pada 10 Agustus 2026.

