Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Kenapa Proklamasi Dipilih 17 Agustus? Ternyata Soekarno Punya Alasan Ini

M Rayhan Wildani K17 Agustus 202608.00 WIB
Kenapa Proklamasi Dipilih 17 Agustus? Ternyata Soekarno Punya Alasan Ini

SUARBERITA.COM - Setiap tahun, 17 Agustus menjadi tanggal yang begitu lekat dengan Indonesia. Bendera Merah Putih berkibar di berbagai sudut kota, upacara digelar, dan masyarakat merayakan hari kemerdekaan.

Namun, pernahkah terpikir mengapa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia justru dilakukan pada 17 Agustus 1945?

Tanggal tersebut ternyata bukan dipilih tanpa pertimbangan.

Dikutip dari website resmi Kemensetneg, Sebelum Proklamasi, terjadi perdebatan antara golongan muda dan golongan tua mengenai waktu yang tepat untuk menyatakan kemerdekaan. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, golongan muda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Desakan itu kemudian berujung pada peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.

Setelah kembali ke Jakarta, penyusunan teks Proklamasi dilakukan di rumah Laksamana Tadashi Maeda. Naskah tersebut kemudian diketik Sayuti Melik dan ditandatangani Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Soal tanggal, Soekarno ternyata memiliki alasan tersendiri. Dalam penjelasannya, ia menyebut angka 17 sebagai angka yang suci. Menurut Soekarno, saat itu Proklamasi berlangsung pada bulan Ramadan dan tanggal 17 bertepatan dengan Jumat Legi, yang ia pandang sebagai hari yang baik. Ia juga mengaitkan angka 17 dengan Al-Qur'an yang diyakini diturunkan pada 17 Ramadan serta jumlah rakaat salat lima waktu yang mencapai 17 rakaat.

Akhirnya, pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, Soekarno didampingi Mohammad Hatta membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Upacara itu berlangsung sederhana. Namun dari halaman rumah tersebut, sebuah pernyataan singkat kemudian mengubah perjalanan sejarah Indonesia.

Hingga 81 tahun kemudian, tanggal 17 Agustus bukan sekadar angka di kalender. Ia menjadi pengingat tentang satu hari ketika bangsa Indonesia menyatakan dirinya sebagai bangsa yang merdeka.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!