SUARBERITA. COM - Harga plastik dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir dan mulai dirasakan pedagang di pasar.
Dilansir CNNIndonesia.com, di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (6/4), terjadi kenaikan harga pada berbagai jenis plastik, mulai dari kantong hingga sedotan
Mustaroh, penjual es kelapa di kawasan tersebut, mengaku hampir seluruh jenis plastik yang ia gunakan untuk berjualan ikut mengalami kenaikan harga.
Kenaikan ini dipicu tekanan pada bahan baku industri plastik. Pasokan naphtha sebagai bahan baku utama petrokimia disebut terdorong naik akibat gangguan pasar energi global. Naphtha sendiri merupakan cairan hidrokarbon hasil olahan minyak mentah yang digunakan dalam produksi biji plastik (polimer), sebagaimana dijelaskan oleh industri petrokimia seperti Chandra Asri Group.
Tekanan pada harga minyak dunia turut memengaruhi rantai pasok global, termasuk biaya logistik dan produksi bahan baku plastik. Kondisi ini membuat industri di dalam negeri ikut merasakan dampaknya, mengingat ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku petrokimia masih tinggi.
Akibatnya, berbagai sektor pengguna plastik seperti industri makanan dan minuman, air minum dalam kemasan, hingga usaha kecil menengah mulai menanggung kenaikan biaya produksi yang berpotensi berimbas pada harga jual ke konsumen.

