Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Kemensos Jangkau 700 Anak Jalanan di Jakarta untuk Masuk Sekolah Rakyat

M Rayhan Wildani K4 Juli 202613.00 WIB
Kemensos Jangkau 700 Anak Jalanan di Jakarta untuk Masuk Sekolah Rakyat

SUARBERITA.COM - Harapan baru sedang disiapkan bagi ratusan anak jalanan di Jakarta. Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat, ada lebih dari 700 anak yang telah dijangkau untuk diproyeksikan masuk ke Program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, ratusan anak tersebut saat ini masih menjalani proses verifikasi dan validasi data sebelum benar-benar masuk ke tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan mulai pertengahan Juli 2026. Proses ini dilakukan agar program tepat sasaran dan menyentuh anak-anak yang memang membutuhkan akses pendidikan.

“Kami menjangkau tujuh ratusan lebih. Nah, sekarang lagi diverifikasi, divalidasi,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial, Jakarta Selatan, Jumat dilansir dari Kompas (3/7/2026).

Menurut Gus Ipul, proses verifikasi itu tidak hanya dilakukan di atas kertas. Petugas turun langsung ke rumah-rumah calon siswa, lalu mencocokkan data dengan pengurus RT/RW hingga pemerintah daerah. Kemensos juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan data calon siswa benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Didatangi ke rumahnya, kemudian nanti ke RT RW, nanti akan dengan pemerintah DKI Jakarta. Jadi kita sudah koordinasi karena Pak Gubernur meminta kita bisa konsolidasi bersama tentang data-data itu,” ujarnya.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah agar Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi program simbolik, tetapi benar-benar menjadi pintu masuk pendidikan bagi anak-anak yang selama ini hidup dan tumbuh di jalanan. Di balik angka ratusan anak itu, ada cerita tentang anak-anak yang selama ini akrab dengan kerasnya jalan, tetapi kini berpeluang mengenal ruang kelas, guru, dan masa depan yang lebih terarah.

Gus Ipul juga mengingatkan seluruh kepala Sekolah Rakyat di Indonesia agar bersiap menghadapi masa transisi dari sekolah rintisan menuju sekolah permanen. Menurut dia, fase ini krusial karena menyangkut kesiapan sarana, tenaga pendidik, hingga kemampuan siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar baru.

“Ini adalah masa-masa yang krusial bagi semua pihak untuk saling beradaptasi,” tutur Gus Ipul.

MPLS Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung pada 14–31 Juli 2026, lalu dilanjutkan fase matrikulasi mulai 3 Agustus hingga 30 September 2026. Jika proses ini berjalan baik, ratusan anak jalanan di Jakarta tak hanya mendapat bangku sekolah, tetapi juga kesempatan untuk memulai hidup yang berbeda.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!