Suar Berita
News

Kemenkes Perluas Vaksin HPV Gratis untuk Anak Laki-Laki, Ini Alasannya

M Rayhan Wildani K3 November 202608.36 WIB
Kemenkes Perluas Vaksin HPV Gratis untuk Anak Laki-Laki, Ini Alasannya

SUARBERITA.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) gratis dengan menyasar anak laki-laki. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah berbagai jenis kanker yang dapat disebabkan oleh infeksi HPV, sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan sejak usia dini.

Sebelumnya, program imunisasi HPV gratis telah diberikan secara nasional kepada anak perempuan sejak 2023. Sementara itu, perluasan pemberian vaksin kepada anak laki-laki mulai dilaksanakan pada 2026 di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali.

Sasaran imunisasi tersebut adalah anak usia 10–11 tahun atau siswa kelas 5 sekolah dasar (SD).

Berdasarkan data Kemenkes per 2026, cakupan imunisasi HPV untuk anak laki-laki kelas 5 SD di tiga provinsi tersebut mencapai 88 persen. Adapun cakupan imunisasi pada anak perempuan kelas 5 SD secara nasional tercatat sebesar 83,5 persen.

Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki merupakan bagian dari upaya perlindungan yang tidak hanya menyasar perempuan.

"Pemberian vaksin HPV pada anak usia 9 sampai 14 tahun dengan satu dosis mampu memberikan perlindungan hingga 88-90 persen. Namun jika baru diberikan di atas usia 20 tahun meskipun dengan dua dosis, efektivitas perlindungannya turun menjadi sekitar 60 persen. Semakin awal diberikan, efektivitas dan tingkat perlindungannya jauh lebih tinggi," terang dr Indri dikutip dari laman Kemenkes, Senin (2/11/2026).

Pasalnya, infeksi HPV tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks pada perempuan, tetapi juga dapat menyebabkan sejumlah jenis kanker pada laki-laki, seperti kanker penis, kanker anus, dan kanker orofaring atau bagian belakang tenggorokan.

Data Kemenkes menunjukkan sekitar 22.000 perempuan di Indonesia meninggal setiap tahun akibat kanker serviks. Sementara itu, data global pada 2022 mencatat sekitar 95.000 laki-laki terkena kanker akibat HPV, dengan 44.000 di antaranya meninggal dunia.

Pemberian vaksin sejak usia anak dinilai penting karena perlindungan dapat diberikan sebelum seseorang terpapar virus tersebut.

Kemenkes menyebut vaksin HPV dosis tunggal pada kelompok usia 9–14 tahun dapat memberikan perlindungan hampir 90 persen.

Ke depan, pemerintah berencana memperluas program imunisasi HPV untuk anak laki-laki ke tiga provinsi tambahan pada 2027, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Dengan demikian, program tersebut akan menjangkau enam provinsi sebelum diperluas secara bertahap ke wilayah lainnya.

Selain imunisasi, Kemenkes juga memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi masyarakat dan skrining kanker serviks bagi perempuan dewasa usia 30 tahun yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi keliru mengenai vaksinasi HPV. Edukasi berbasis bukti dinilai penting agar semakin banyak orang tua memahami manfaat imunisasi sebagai langkah pencegahan kanker sejak dini.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!