Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Kemendikdasmen Gandeng TNI AD, Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Ditarget Rampung Tahun Ajaran Baru

M Rayhan Wildani K25 Juni 202615.59 WIB
Kemendikdasmen Gandeng TNI AD, Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Ditarget Rampung Tahun Ajaran Baru

SUARBERITA.COM - Pemerintah terus mempercepat pemulihan sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana alam yang terjadi di Aceh. Melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah daerah, dan TNI AD, rehabilitasi sekolah diharapkan dapat rampung sehingga para siswa bisa kembali belajar dengan nyaman pada tahun ajaran 2026/2027.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah terdampak sudah dapat kembali digunakan. Sementara beberapa sekolah yang lain masih dalam proses pembangunan maupun relokasi, pembelajaran tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang kelas darurat.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan kami dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana," ujar Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Salah satu sekolah yang tengah direhabilitasi adalah SD Negeri Utue. Sekolah tersebut mengalami kerusakan pada ruang kelas, toilet, plafon, hingga sistem drainase. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,83 miliar untuk memperbaiki berbagai fasilitas sekolah tersebut.

Komandan Pelaksana Rehabilitasi, Letkol Inf. Arino Vranta Sinurat, mengatakan SD Negeri Utue merupakan bagian dari program rehabilitasi 190 sekolah terdampak bencana di Aceh yang dikerjakan oleh TNI AD bersama tenaga sipil.

"Di Provinsi Aceh terdapat 190 sekolah yang direhabilitasi oleh TNI AD akibat dampak bencana hidrometeorologi," kata Arino.

Di tengah proses pembangunan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Para siswa tidak perlu dipindahkan ke sekolah lain karena rehabilitasi dilakukan secara bertahap. Kondisi itu disambut baik oleh pihak sekolah.

"Alhamdulillah, kami tidak perlu merelokasi siswa ke tempat lain. Guru dan TNI juga bersama-sama memastikan keamanan siswa selama proses pembangunan," tutur Kepala SD Negeri Utue, Suwarni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyebut pemerintah terus mempercepat penanganan ribuan sekolah terdampak bencana. Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 2.920 sekolah terdampak, dengan 188 sekolah mengalami kerusakan berat dan 63 sekolah harus direlokasi.

"Banyak sekolah yang terlihat masih menggunakan kelas darurat bukan karena tidak ditangani, tetapi karena proses revitalisasi sedang berlangsung. Yang terpenting, pembelajaran tetap berjalan sambil pembangunan dilakukan," ujarnya.

Pemulihan sekolah-sekolah tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga mengembalikan semangat belajar ribuan anak di Aceh agar dapat menempuh pendidikan di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!