Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Kemarau Bikin Krisis Air Meluas, Jabar Distribusikan 8,7 Juta Liter Air

M Rayhan Wildani K11 Agustus 202617.15 WIB
Kemarau Bikin Krisis Air Meluas, Jabar Distribusikan 8,7 Juta Liter Air

SUARBERITA.COM - Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Jawa Barat. Kekurangan air bersih tidak hanya menjadi persoalan di satu daerah, tetapi telah dirasakan masyarakat di puluhan kabupaten dan kota.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Barat memasuki musim kemarau sejak Mei hingga Juni 2026. Kondisi tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus, dengan sebagian wilayah masih menghadapi periode kering hingga September. BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Dampaknya mulai terlihat dari berkurangnya ketersediaan sumber air masyarakat. Hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 450.383 warga atau 140.765 kepala keluarga di Jawa Barat tercatat terdampak kekeringan sumber air. Mereka tersebar di 153 kecamatan dan 334 desa atau kelurahan. Kabupaten Bekasi menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan distribusi air paling besar. Sebanyak 44.892 warga di sembilan kecamatan terdampak kekeringan dan telah menerima sekitar 3,8 juta liter air bersih.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Bogor. Sebanyak 170.892 warga di 30 kecamatan terdampak kekeringan sumber air. Distribusi air di wilayah tersebut mencapai sekitar 1,5 juta liter. Sementara Kabupaten Karawang mencatat 27.553 warga terdampak di lima kecamatan dengan distribusi sekitar 595 ribu liter. Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan sekitar 8,7 juta liter air bersih hingga 10 Agustus. Bantuan tersebut tidak hanya berasal dari BPBD, tetapi melibatkan Baznas, PMI, PDAM, Balai Besar Wilayah Sungai, TNI, komunitas hingga dunia usaha.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan kekeringan sekaligus memetakan wilayah yang membutuhkan bantuan air.

"Selain pendistribusian air bersih, BPBD Provinsi Jawa Barat juga meminjamkan beberapa mobil tangki air untuk penyaluran air bersih di kabupaten kota," ujar Teten dikutip dari portal resmi pemrov jabar.

Langkah tersebut menjadi respons pemerintah terhadap dampak kemarau yang mulai langsung dirasakan masyarakat. Di tengah periode kering yang diperkirakan masih berlangsung, distribusi air menjadi salah satu upaya untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!