Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 11 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Salurkan 1,03 Juta Liter Air

Abd Munib17 Juli 202611.42 WIB
Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 11 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Salurkan 1,03 Juta Liter Air

SUARBERITA.COM - Dampak kekeringan di Banjarnegara semakin meluas pada musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mencatat sebanyak 11 desa di empat kecamatan kini mengalami krisis air bersih dan membutuhkan bantuan distribusi air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Mandiraja, Purwanegara, Bawang, dan Pagedongan. Bertambahnya jumlah desa terdampak membuat pemerintah terus meningkatkan distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat.

"Hingga saat ini tercatat sebanyak 11 desa di empat kecamatan yang terdampak kekeringan," kata Aji Piluroso dikutip dari Antara, Kamis (16/7/2026).

Sebelas desa tersebut meliputi Desa Somawangi, Jalatunda, dan Kaliwungu di Kecamatan Mandiraja; Desa Merden di Kecamatan Purwanegara; Desa Serang, Wanadri, Gemuruh, dan Kebondalem di Kecamatan Bawang; serta Desa Duren, Kebutuh Duwur, dan Kebutuh Jurang di Kecamatan Pagedongan.

BPBD Banjarnegara mendistribusikan bantuan air bersih secara bergiliran sesuai kebutuhan setiap desa. Pada Rabu (15/7), misalnya, bantuan disalurkan ke Desa Jalatunda, Kebondalem, Wanadri, dan Merden sebanyak 14 tangki atau sekitar 7.000 liter air bersih.

Proses distribusi didukung tiga unit mobil tangki milik BPBD Banjarnegara serta satu unit mobil tangki milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara untuk mempercepat penyaluran ke wilayah yang mengalami kesulitan air.

Aji menyebut hingga Rabu (15/7), BPBD Banjarnegara telah menyalurkan 1.030.000 liter bantuan air bersih melalui 206 kali pengiriman. Bantuan tersebut telah menjangkau 3.725 kepala keluarga atau 11.720 jiwa yang terdampak kekeringan.

BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau masih berlangsung. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan krisis air bersih di Banjarnegara dan siap menambah distribusi bantuan apabila jumlah desa terdampak terus bertambah.

Kekeringan juga melanda Jawa Barat. Daerah terdampak meliputi Sukabumi, Garut, Bekasi, Karawang, Cianjur, dan Indramayu yang mengalami penurunan ketersediaan air. Di Jawa Timur, wilayah seperti Jember, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Pacitan, dan Sumenep mulai mengalami dampak kemarau, termasuk berkurangnya debit sumur warga.

Di Sumatera, sejumlah wilayah juga terdampak kekeringan, seperti Sumatera Selatan (Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Musi Banyuasin), Lampung (Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tulang Bawang), serta Sumatera Utara (Deli Serdang dan Serdang Bedagai) yang mengalami penurunan curah hujan dan keterbatasan sumber air.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!