SUARBERITA.COM - Skuad tim nasional sepak bola Korea Selatan menerapkan pemblokiran media, media blackout, sebagai bentuk protes atas tindakan sejumlah jurnalis yang melecehkan status pembebasan wajib militer kapten tim, Son Heung-min.
Son, 33 tahun, saat ini bermain untuk Los Angeles FC di MLS dan sebelumnya membela Tottenham Hotspur di Liga Primer Inggris. Sejak debut pada 2010, ia telah mencatatkan 145 penampilan untuk tim nasional. Son memperoleh pengecualian wajib militer setelah Korea Selatan meraih medali emas Asian Games 2018. Sebagai apresiasi, ia hanya menjalani pelatihan dasar militer selama tiga minggu.
Dikutip dari nytimes.com (17/6/2026), Kontroversi muncul ketika stasiun televisi Korea Selatan tanpa sengaja merekam percakapan dua jurnalis yang berisi komentar merendahkan terkait pengecualian tersebut. Rekaman tanpa suntingan itu kemudian disiarkan sehingga dapat didengar publik.
Sebagai respons, Son menolak memberikan pernyataan kepada media setelah kemenangan 2-1 Korea Selatan atas Republik Ceko di Guadalajara pada 12 Juni 2026. Pada Senin berikutnya, Asosiasi Sepak Bola Korea atau Korea Football Association (KFA) mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam “komentar tidak pantas” dari media dan menyatakan “kejutan serta kekecewaan mendalam” tim atas kebocoran rekaman tersebut.
KFA menegaskan penghormatan terhadap peran jurnalistik, namun menekankan bahwa peliputan harus berlandaskan saling menghormati dan kepercayaan. Perlindungan terhadap pemain harus menjadi prioritas. KFA meminta media dan jurnalis bersikap lebih bijaksana agar insiden serupa tidak terulang, serta menyerukan dukungan komunitas sepak bola agar tim dapat tampil optimal di Piala Dunia. KFA berkomitmen memprioritaskan perlindungan pemain dan menciptakan lingkungan media yang sehat.

