Suar Berita
News

Kapolri Suyudi Tegaskan Penangkapan Pati Polri Bukan karena Persaingan Internal

M Rayhan Wildani K5 November 202618.55 WIB
Kapolri Suyudi Tegaskan Penangkapan Pati Polri Bukan karena Persaingan Internal

SUARBERITA.COM - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan penangkapan sejumlah perwira tinggi (pati) Polri dalam kasus dugaan penyadapan merupakan bagian dari penegakan hukum. Ia membantah penanganan perkara tersebut berkaitan dengan persaingan di internal kepolisian.

Pernyataan itu disampaikan Suyudi saat menanggapi perkembangan kasus penyadapan yang tengah ditangani Polri. Ia mengakui peristiwa tersebut menjadi tantangan bagi institusi dan harus menjadi pelajaran bagi seluruh anggota kepolisian.

"Kami menyadari pekerjaan kami sangat dinamis, banyak tantangan. Terutama apa yang terjadi belakangan ini, ada penangkapan kepada beberapa pati Polri terkait dengan kasus penyadapan yang saat ini sedang kita tangani. Ini tentunya perlu jadi pelajaran untuk kita semua," kata Suyudi seusai audiensi bersama Persatuan Purnawirawan (PP) Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri.

Ia berharap seluruh jajaran Polri tetap solid dan mampu menjalankan tugas sebagai pelindung serta pengayom masyarakat.

Menurut Suyudi, seluruh anggota Polri di Indonesia harus terus bekerja dengan baik dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia juga mengingatkan agar kepolisian senantiasa hadir bersama masyarakat.

"Kami yakinkan bahwa ini murni dalam bentuk penegakan hukum. Tidak ada kaitannya dengan persaingan atau apa pun, tapi murni untuk kebaikan institusi Polri dalam memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.

Suyudi menegaskan penanganan perkara tersebut tidak boleh dipandang sebagai persaingan di antara anggota kepolisian. Ia menyebut proses hukum yang berjalan merupakan bagian dari upaya menjaga institusi Polri.

Penangkapan Pati Jadi Ujian Soliditas Polri

Penangkapan sejumlah pati Polri dalam kasus dugaan penyadapan menjadi perhatian karena melibatkan pejabat di lingkungan kepolisian sendiri. Situasi ini menempatkan Polri pada dua tanggung jawab sekaligus, yakni menuntaskan perkara hukum dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Pernyataan Suyudi mengenai soliditas Polri menjadi penting dalam konteks tersebut. Namun, soliditas tidak semata-mata berarti seluruh anggota harus berada dalam satu barisan. Soliditas juga perlu dibangun melalui kepatuhan terhadap hukum dan kesediaan institusi untuk mempertanggungjawabkan setiap proses penegakan hukum.

Di sisi lain, penegasan bahwa perkara ini bukan persaingan internal belum menjawab seluruh pertanyaan mengenai kasus penyadapan. Publik masih membutuhkan penjelasan mengenai bagaimana dugaan penyadapan dilakukan, siapa saja yang terlibat, serta apa motif di balik tindakan tersebut.

Penjelasan mengenai konstruksi perkara menjadi penting agar penanganan kasus tidak berhenti pada penangkapan sejumlah pati Polri. Transparansi juga diperlukan untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan berdasarkan bukti dan tidak dipengaruhi kepentingan tertentu.

Sebab, penegakan hukum yang dilakukan terhadap anggota kepolisian sendiri merupakan ujian bagi institusi. Penanganan perkara yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan akan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Suyudi berharap seluruh anggota Polri tetap menjalankan tugas dengan baik dan hadir bersama masyarakat. Ia juga menegaskan slogan Polri, yakni polisi bersama masyarakat, sebagai pengingat bahwa pelayanan dan pengayoman harus tetap menjadi tujuan utama institusi.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!