Suar Berita
Sosial

KAI Mundur Setelah Nama Matarmaja hingga Jayakarta Diprotes, Rencana Peleburan Dibatalkan

Chaterina R4 November 202613.00 WIB
KAI Mundur Setelah Nama Matarmaja hingga Jayakarta Diprotes, Rencana Peleburan Dibatalkan

SUARBERITA.COM - Rencana perubahan identitas sejumlah Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dalam penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 akhirnya tidak dilanjutkan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memilih mempertahankan nama-nama lama setelah kebijakan tersebut mendapat banyak kritik dari masyarakat.

Nama seperti Matarmaja, Jayakarta, Gumarang, Kertajaya, hingga sejumlah layanan lainnya sempat masuk dalam rencana penyesuaian. Kebijakan ini membuat sejumlah nama kereta yang selama bertahun-tahun dikenal penumpang terancam tidak lagi digunakan seperti sebelumnya.

Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian pengguna kereta api. Bagi masyarakat yang rutin bepergian menggunakan transportasi rel, nama kereta merupakan salah satu informasi penting untuk mengenali layanan yang dipilih.

Perubahan yang direncanakan KAI juga memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana penumpang membedakan layanan apabila beberapa perjalanan menggunakan identitas yang sama. Terlebih, setiap kereta memiliki karakteristik perjalanan dan jadwal keberangkatan tersendiri.

Situasi ini memperlihatkan bahwa perubahan dalam sistem transportasi tidak selalu cukup dilihat dari sisi pengelolaan operasional. Ada pula aspek kebiasaan pelanggan yang perlu diperhitungkan, terutama ketika sebuah nama sudah digunakan dan dikenal selama bertahun-tahun.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/11/2026), Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa gagasan awal penggabungan nama tersebut berkaitan dengan penyederhanaan layanan di tengah penambahan perjalanan kereta.

“Jadi sebenarnya tidak diubah, tetapi ada beberapa kereta yang memang digabungkan untuk simpifly, di mana sebenarnya ini kita melihat ada penambahan-penambahan kereta supaya kita tidak menambah nama ketika kita menambah kereta,” ujar Anne.

Namun, masukan yang diterima perusahaan membuat rencana tersebut dievaluasi kembali. KAI mempertimbangkan keterkaitan nama kereta dengan perjalanan operasional serta sejarah perkertaapian yang sudah terbentuk.

“Tetapi, ternyata banyak sekali masukan yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan layanan, operasi, maupun sejarah perkeretaapian ini sehingga kita memutuskan untuk dikembalikan,” tambahnya.

Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri polemik perubahan identitas yang sempat muncul menjelang pemberlakuan Gapeka 2026. Nama-nama kereta yang sebelumnya direncanakan mengalami penggabungan kembali dipertahankan untuk perjalanan mendatang.

Meski demikian, pembatalan perubahan nama bukan berarti seluruh rencana pembaruan perjalanan ikut dihentikan. Gapeka 2026 tetap disiapkan sebagai bagian dari penyesuaian operasional KAI, termasuk pengaturan jadwal dan peningkatan jumlah perjalanan.

Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri bagi KAI dalam menjalankan pembaruan layanan. Efesiensi operasional memang menjadi kebutuhan perusahaan, tetapi identitas yang sudah melekat pada pelanggan juga memiliki nilai yang tidak bisa begitu saja diabaikan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!