SUARBERITA.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta generasi muda berani menyuarakan kebenaran, melawan ketidakadilan, dan berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan pembelaan. Ia mengingatkan, kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa karakter dan keteguhan moral.
Pesan tersebut disampaikan Megawati melalui pidato politik yang ditayangkan secara virtual dalam puncak acara Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026). Pesan itu disampaikan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober.
“Kalian harus memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran, keteguhan untuk melawan ketidakadilan, dan kepekaan untuk selalu, selalu, selalu berpihak kepada rakyat, terutama mereka yang lemah,” kata Megawati dalam pidatonya, dikutip dari siaran youtube PDI-P.
Megawati menilai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Menurut dia, generasi muda tidak cukup hanya cerdas dan terampil, tetapi juga harus memiliki integritas serta berpegang pada nilai-nilai Pancasila.
Ia turut menyoroti orang-orang berpengetahuan tinggi yang dinilainya belum tentu memiliki keberanian dan keteguhan prinsip ketika menghadapi persoalan moral.
“Banyak mereka justru orang pintar tetapi hatinya goyang, hatinya tidak teguh, tidak berani,” ujarnya.
Megawati Dorong Anak Muda Kuasai Teknologi
Selain menekankan keberanian menyuarakan kebenaran, Megawati meminta anak muda mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk teknologi terapan.
Menurut dia, teknologi seharusnya dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan persoalan nyata. Kemajuan teknologi juga perlu disertai nilai kemanusiaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Ia mengingatkan pentingnya kejujuran, disiplin, etika, moral, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bagian dari karakter yang dibutuhkan untuk membangun bangsa.
Ingatkan Sejarah Sumpah Pemuda
Dalam pidatonya, Megawati juga mengajak generasi muda memahami kembali sejarah persatuan pemuda pada 1928. Kala itu, pemuda dari berbagai organisasi dan daerah memilih bersatu di tengah penjajahan Belanda.
Ia menyinggung kawasan Lapangan Banteng, yang dahulu dikenal sebagai Waterlooplein, serta kaitannya dengan rapat pertama Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928.
Bagi Megawati, semangat persatuan tersebut perlu diteruskan melalui tindakan nyata, bukan berhenti pada perayaan tahunan. Anak muda diharapkan mampu berpikir kritis, mengambil peran dalam masyarakat, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia di tengah tantangan zaman.

