Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Jelang Idul Adha, Barantin Perketat Pengawasan Penyakit Ternak di Tengah Lonjakan Distribusi Hewan Kurban

Ulfa Safira22 Mei 202609.21 WIB
Jelang Idul Adha, Barantin Perketat Pengawasan Penyakit Ternak di Tengah Lonjakan Distribusi Hewan Kurban

SUARBERITA.COM - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melaporkan arus pergerakan sapi menjelang Idul Adha 2026 mencapai 198.925 ekor sepanjang Januari hingga April 2026. Jumlah tersebut tercatat meningkat sekitar 70 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menyebut kenaikan ini menunjukkan aktivitas distribusi hewan kurban antardaerah semakin tinggi menjelang Idul Adha.

“Tahun ini menurut pemantauan Best Trust, aplikasi atau sistem data kita yang ada di Barantin, ada (pergerakan) sekitar 198.925 ekor sapi, lalu untuk kambing ada sekitar 103.216 ekor,” kata Karding di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (21/5/2026), dilansir dari Antara

Untuk komoditas kambing dan domba, Barantin mencatat pergerakan sebanyak 103.216 ekor pada periode Januari–April 2026, atau naik sekitar 77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wilayah pengirim sapi terbesar berasal dari Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Jawa Timur. Dari sejumlah daerah tersebut, NTT disebut menjadi salah satu pemasok utama sapi kurban ke berbagai daerah tujuan, termasuk DKI Jakarta.

Sementara itu, pengeluaran kambing dan domba terbanyak tercatat dari Jawa Timur, Lampung, NTT, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Di Pelabuhan Tanjung Priok, Barantin juga mencatat pemasukan sapi lokal sejak awal Januari hingga 21 Mei 2026 sebanyak 2.837 ekor.

Karding menegaskan bahwa tingginya mobilitas ternak perlu diimbangi dengan pengawasan karantina yang lebih ketat untuk mencegah risiko penyebaran penyakit hewan.

Setiap hewan yang masuk wajib melewati pemeriksaan dokumen, pengecekan kesehatan, serta proses disinfeksi pada alat angkut selama distribusi agar tetap layak sebagai hewan kurban.

Selain itu, Barantin turut memperkuat langkah mitigasi terhadap penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, dan brucellosis menjelang Idul Adha.

“Kita ingin memastikan bahwa semua hewan calon-calon kurban itu dipastikan aman dari penyakit,” lanjutnya

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!