SUARBERITA.COM - Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 digelar di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada 7–8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan tradisi masyarakat Lembah Baliem kepada masyarakat dan wisatawan.
Beragam kesenian dan tradisi masyarakat Hubula ditampilkan dalam festival tersebut. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan potensi pariwisata di Jayawijaya.
Namun, pelaksanaan FBLB diwarnai penembakan di sekitar pintu masuk festival pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 12.45 WIT. Insiden tersebut menyebabkan dua warga sipil berinisial LMO (43) dan S (50) mengalami luka tembak. Keduanya saat itu berada di dalam mobil untuk mengantarkan makanan ke lokasi festival. Kejadian tersebut membuat pengunjung dan warga di sekitar lokasi panik. Aparat kemudian mengamankan area festival dan melakukan penyelidikan terhadap penembakan tersebut.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan delapan selongsong PIN kaliber 5,56 mm, empat serpihan proyektil, serta tiga bekas tembakan pada kendaraan yang digunakan kedua korban dengan dugaan sementara pelaku merupakan anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan barang bukti tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian.
“Dari hasil olah TKP, kami telah mengamankan sejumlah barang bukti dan memperoleh petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Temuan tersebut selanjutnya dianalisis bersama keterangan korban dan saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak yang diduga bertanggung jawab,” ujar Yusuf, dikutip dari Liputan 6
“Aksi penembakan terhadap dua warga tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya," lanjutnya.
Polisi masih melakukan pengejaran dan pendalaman terhadap pihak yang diduga terlibat. Aparat juga mencocokkan keterangan korban dan saksi dengan barang bukti yang ditemukan di lokasi untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

