SUARBERITA.COM - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian pasokan energi global, Pemerintah Indonesia memberikan angin segar bagi perekonomian domestik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi mengumumkan komitmen negara untuk mempertahankan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) serta elpiji bersubsidi demi melindungi daya beli masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Menteri ESDM menegaskan bahwa kebijakan untuk tidak menaikkan tarif komoditas energi tersebut akan terus berlaku, dengan syarat harga minyak mentah di pasar internasional tidak melonjak melebihi angka rata-rata 100 dollar AS per barel. Walaupun fluktuasi pasar global sempat memicu perdebatan sengit di internal pemerintahan—bahkan beberapa pihak menyarankan adanya penyesuaian tarif logistik energi—pemerintah memilih berada di sisi masyarakat.
Bahlil menyatakan ketidaksetujuannya terhadap wacana kenaikan tersebut mengingat beban hidup warga yang masih berat.
Lebih lanjut menurut Bahlil "Kita sudah memutuskan bahwa harga BBM subsidi, elpiji subsidi, sampai dengan harga 100 dollar per barrel, tidak akan kita naikkan harga BBM. Tidak akan kita naikkan dengan berbagai macam konsekuensi." Dilansir dari Kompas.com (17/05/2026).
Selain menjaga kestabilan tarif, Kementerian ESDM juga berfokus pada pembenahan tata kelola sektor pertambangan nasional atas instruksi langsung Kepala Negara. Reformasi ini mencakup penataan ulang hak kelola serta izin operasional tambang agar lebih akuntabel. Sebagai langkah terobosan hukum, pemerintah merancang Peraturan Menteri yang bertujuan melegalisasi sumur minyak tradisional kelolaan warga lokal. Regulasi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan perlindungan hukum bagi para pekerja rakyat dalam mencari nafkah.
Kebijakan mempertahankan harga energi subsidi ini mencerminkan keberpihakan nyata pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. Jaminan stabilitas ini didukung oleh upaya pembenahan tata kelola tambang dan legalisasi sumur rakyat, yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus menggerakkan ekonomi akar rumput secara aman dan berkelanjutan.

