SUARBERITA.COM - Ibu kota Indonesia, Jakarta, resmi menempati peringkat ke-21 dalam daftar kota termahal di dunia tahun 2026, yang didasarkan pada hasil pemeringkatan biaya gaya hidup premium bagi individu beraset kekayaan tinggi. Menurut laporan Julius Baer Global Wealth and Lifestyle Report 2026.
Laporan ini menggunakan dollar Amerika Serikat (AS) sebagai acuan untuk membandingkan biaya gaya hidup premium di berbagai kota dunia. "Secara keseluruhan, biaya untuk mempertahankan standar hidup premium naik sekitar 10 persen sehingga susunan peringkat kota-kota global ikut berubah," dilansir dari laman Kompas, Sabtu (11/7/2026).
Laporan terbaru yang dirilis pada Juli 2026 menempatkan Jakarta di urutan ke-21 sebagai salah satu kota dengan biaya gaya hidup mewah tertinggi di dunia. Pemeringkatan ini dilakukan dengan menganalisis harga berbagai barang dan jasa premium yang dikonsumsi oleh masyarakat dengan tingkat kekayaan tinggi. Indikator penilaian mencakup beragam komoditas seperti tas perempuan, jam tangan, tiket pesawat kelas bisnis, hingga layanan gaya hidup lainnya.
Berdasarkan data riset tersebut, terdapat beberapa sektor yang menempatkan Jakarta pada posisi signifikan dalam skala global. Misalnya, untuk kategori tas perempuan, Jakarta menempati peringkat ke-8, sementara untuk kategori tiket pesawat kelas bisnis dan operasi mata lasik, masing-masing berada di posisi ke-13 dan ke-15. Selain itu, biaya untuk fine dining di Jakarta tercatat menempati peringkat ke-21, diikuti oleh suite hotel di peringkat ke-19, serta peralatan olahraga dan layanan kesehatan yang keduanya berada di peringkat ke-24.
Laporan ini memberikan gambaran mendalam mengenai pergerakan kekayaan global yang kini tumbuh dengan kecepatan yang bervariasi di berbagai belahan dunia. Peringkat ini menjadi cerminan bahwa biaya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup premium di Jakarta kini telah sejajar dengan kota-kota besar lainnya di kancah internasional.
Jakarta berada di peringkat 21 kota termahal dunia 2026 dalam aspek biaya gaya hidup premium. Penilaian ini menyoroti tingginya harga barang dan jasa mewah, seperti tas perempuan, tiket pesawat, dan layanan kesehatan, yang mencerminkan profil ekonomi kota tersebut bagi individu dengan aset kekayaan tinggi di skala global.

