Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Isu Kipas Rp1,8 Triliun Mengemuka, Menkeu Sebut Pemerintah Hanya Bayar Cicilan Utang

Ulfa Safira23 Juli 202620.00 WIB
Isu Kipas Rp1,8 Triliun Mengemuka, Menkeu Sebut Pemerintah Hanya Bayar Cicilan Utang

SUARBERITA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi isu dugaan anggaran pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Ia mengaku belum mengetahui informasi tersebut dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

Menurut Purbaya, pengelolaan program Kopdes Merah Putih berada di bawah tanggung jawab PT Agrinas Pangan Nusantara. Sementara itu, pemerintah hanya menanggung pembayaran cicilan utang kepada perbankan.

"Saya enggak tahu, nanti saya cek (soal pengadaan kipas Kopdes). Koperasi (Desa) kan tanggung jawabnya si Agrinas kan. Kita hanya bayar cicilannya aja. Manajemen dan segala macem di sana," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis (23/7), dikutip dari CNN Indonesia

Ia menegaskan pembayaran yang dilakukan pemerintah merupakan cicilan utang kepada bank setiap tahun, bukan anggaran untuk pengadaan barang.

"Bukan (cicilan pengadaan), cicilan utang ke bank setiap tahun," tegasnya.

Isu pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun mencuat setelah dibahas dalam rapat Komisi VI DPR. Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam mempertanyakan dasar perhitungan anggaran tersebut karena dinilai tidak sebanding dengan harga kipas angin yang beredar di pasaran.

Menanggapi hal itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pengadaan kipas angin bukan dilakukan oleh Kementerian Koperasi.

"Kemudian juga soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kan pengadaannya bukan di kami, Pak," ujar Ferry.

Ia menambahkan, jika yang dimaksud merupakan kipas angin industri dengan spesifikasi tertentu, harga per unitnya memang bisa mencapai belasan juta rupiah. Namun, ia mengaku belum mengetahui detail informasi terkait isu tersebut.

Di sisi lain, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membantah adanya pengadaan seperti yang ramai diperbincangkan. Ia meminta pihak yang menyampaikan informasi tersebut menjelaskan sumber data yang digunakan.

"Kebenarannya (pengadaannya) tinggal ditanya kepada beliau (Mufti Anam) saja datanya dari mana," ujar Joao.

Saat ditanya mengenai keakuratan informasi tersebut, Joao menjawab, "Kalau saya bilang bodong, Anda provokasi, tapi sepertinya begitu juga (bodong) sih."

Joao juga menyampaikan Agrinas telah menyiapkan daftar 26 jenis sarana dan prasarana yang akan mendukung operasional Kopdes Merah Putih, termasuk kendaraan niaga, sebagai bagian dari perencanaan program.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!