Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Istana Negara Tegaskan Tidak Ada Agenda Kunjungan Presiden Prabowo ke Italia Setelah dari Prancis

Moh Wasil Haqqullah1 Juni 202620.00 WIB
Istana Negara Tegaskan Tidak Ada Agenda Kunjungan Presiden Prabowo ke Italia Setelah dari Prancis

SUARBERITA.COM - Pemerintah RI memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan rumor yang beredar luas di jagat maya mengenai perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Pihak Istana memastikan bahwa isu yang menyebutkan Kepala Negara bakal melanjutkan penerbangan ke Italia pasca-kunjungan dari Prancis adalah informasi yang tidak benar.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, M. Qodari, secara tegas menepis spekulasi tersebut. Ia menyatakan bahwa sejak awal agenda diplomatik resmi Presiden memang tidak menjadwalkan kunjungan ke negara pizza tersebut.

"Pertama, sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia," ujar Qodari dalam konferensi pers pada Minggu (31/5). Dikutip dari cnnindonesia.com

Qodari menggarisbawahi bahwa fokus lawatan kerja Presiden Prabowo kali ini hanyalah ke Prancis untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron. Ia mengimbau publik agar tidak mudah memercayai kabar yang bukan bersumber dari saluran resmi negara, karena segala bentuk perubahan rute di luar rencana awal barulah bersifat wacana.

"Kedua, jadwal resmi memang hanya ke Perancis. Ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," tambahnya.

Meskipun diterpa isu miring di media sosial, Qodari menyampaikan bahwa diplomasi di Prancis berjalan sangat produktif. Hasil kunjungan tersebut sukses menghasilkan kesepakatan strategis di bidang pertahanan, sektor energi, optimalisasi mineral, serta kerja sama pendidikan khususnya pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Isu mengenai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Italia usai dari Prancis dipastikan sebagai rumor media sosial yang tidak valid. Pihak Bakom Pemerintah menegaskan bahwa agenda resmi kepresidenan hanya terjadwal ke Prancis, yang mana kunjungan tersebut berhasil memperkuat kemitraan strategis kedua negara di bidang pertahanan, energi, dan pendidikan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!