Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Islamabad menjadi saksi negosiasi damai AS-Iran, perundingan gencatan senjata akan dimulai

M Rayhan Wildani K11 April 202610.29 WIB
Islamabad menjadi saksi negosiasi damai AS-Iran, perundingan gencatan senjata akan dimulai

SUARBERIRA.COM – Perundingan gencatan senjata AS-Iran akan dimulai di Islamabad, Pakistan Jumat (11/04) waktu setempat. Delegasi Iran yang diwakili oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah tiba di Islamabad. Sedangkan dari pihak AS di wakili Oleh JD Vance selaku Wakil Presiden Amerika Serikat.

Seperti laporan dari televisi Iran, delegasi Iran membawa mandat bahwa negosiasi bergantung pada sikap AS terhadap prasyarat yang diajukan Iran. Sedangkan pihak AS sendiri melalui Wakil Presiden JD Vance memberikan peringatan terhadap Teheran untuk tidak mempermainkan AS dalam proses diplomasi ini.

“Jika Iran bersedia bernegosiasi dengan niat baik, kami tentu bersedia mengulurkan tangan terbuka,” ujar Vance dalam laporan wawancara dengan wartawan.

Lanjutnya, “Jika mencoba mempermainkan kami, maka mereka akan mendapati bahwa tim perunding kami tidak akan menerima hal itu”.

Selain itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam tulisannya di media sosial Truth Social mengatakan bahwa Iran tidak memiliki posisi tawar yang kuat dalam perundingan ini.

“Iran tidak memiliki kartu dalam pembicaraan ini selain pemerasan jangka pendek terhadap dunia dengan menggunakan jalur perairan internasional,” tulis Trump.

Negosiasi AS-Iran kali ini cukup sulit mengingat situasi di Lebanon masih memanas. Israel masih melancarkan serangan udara di Lebanon. Selain itu, negosiasi AS-Iran juga terbentur dengan adanya poin-poin sensitif seperti pengayaan nuklir Iran, penghentian serangan Lebanon, serta kelancaran arus perdagangan di Selat Hormuz. Keduanya memiliki poin-poin sensitif untuk dibawa dalam negosiasi kali ini 

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!