SUARBERITA.COM – Program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di IPB University memilih untuk tetap berjalan meskipun sempat menuai sorotan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM IPB. Pihak kampus menegaskan keterlibatan mereka bertujuan mendukung penguatan sistem pangan dan gizi nasional.
Dilansir dari TribunAceh, (07/05/2026), Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB, Dr. Alfian Helmi, mengatakan kampus berperan sebagai Center of Excellence (CoE) dalam program MBG. “IPB University juga akan mengembangkan model dapur berbasis karakteristik lokal, memperkaya menu gizi MBG, serta berinovasi bersama berbagai skateholder terkait”, ujarnya dalam siaran pers,(06/05/2026).
IPB juga menegaskan operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak dikelola langsung oleh institusi kampus. Pengelola dilakukan melalui PT BLST sebagai holding company milik IPB melalui Yayasan berbadan hukum, sehingga anggaran akademik dan pendidikan tetap berpisah dari program tersebut.
Sementara itu, Direktur PT BLST Luhur Budijarso menyebut saat ini dua dapur MBG sedang disiapkan di wilayah Ciampea dan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Salah satu dapur bahkan disebut telah siap beroperasi untuk melayani ribuan penerima manfaat di sekitar wilayah tersebut.
Sebelumnya, BEM KM IPB menyampaikan penolakan terhadap keterlibatan kampus dalam program MBG dan mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh. Meski demikian, pihak kampus memastikan program tetap dilanjutkan dengan fokus pada keamanan pangan, standar gizi, serta pemberdayaan ekosistem agribinis lokal.

