SUARBERITA - Kebijakan insentif kendaraan listrik mendorong industri plastik memperluas pasar dan produksi. Pemerintah mendorong adopsi kendaraan listrik melalui insentif seratus ribu unit.
Kebijakan itu menarik perhatian industri plastik dalam negeri nasional. Langkah tersebut membuka peluang baru sektor manufaktur komponen kendaraan listrik. Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono menilai kebutuhan plastik akan meningkat.
Komponen tersebut meliputi casing baterai dan konektor kelistrikan berbahan plastik. “Untuk listrik, kebutuhan terbesar pada baterai dan konektor plastik,” ungkap Fajar dikutip dari CNBC, Rabu (6/5/2026).
Industri plastik mulai bergerak masuk rantai pasok kendaraan listrik global. Namun produksi komponen masih didominasi pemain global terutama dari China.
Fajar menyebut pelaku industri melakukan pendekatan ke produsen kendaraan listrik. Pendekatan dilakukan melalui skema business to business (B2B).
Langkah ini bertujuan meningkatkan kandungan lokal dalam industri kendaraan listrik. “Secara B2B, kami intens mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) nasional,” katanya.
Meskipun kontribusi langsung industri plastik masih belum terukur secara pasti saat ini. Lebih lanjut, komunikasi dengan produsen kendaraan listrik, sambung Fajar, terus dilakukan intensif.
Insentif pemerintah dinilai mempercepat adopsi kendaraan listrik nasional.

