SUARBERITA.COM - Pemerintah Indonesia mulai mematangkan rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai salah satu langkah memperkuat pasokan listrik nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih. Dalam proyek ini, Indonesia menggandeng perusahaan energi atom asal Rusia, Rosatom, untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama.
Dilansir dari Kompas, pembahasan tersebut mengemuka setelah Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Mei 2026. Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, BRIN, dan PT PLN.
Rosatom menyatakan siap mendukung Indonesia tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga pembangunan industri, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan kemandirian teknologi nasional.
"Saat ini, Indonesia telah menetapkan tujuan yang ambisius untuk pengembangan energi nuklir. Kami tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga pembentukan kemitraan jangka panjang yang berfokus pada pengembangan industri baru, pelatihan personel nasional, serta penguatan kedaulatan teknologi negara," tulis Rosatom dalam keterangannya.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menegaskan pengembangan teknologi nuklir harus diiringi dengan pendekatan sosial agar dapat diterima masyarakat.
"Penguasaan teknologi nuklir memang mutlak, namun pelibatan disiplin ilmu sosial sangat krusial. Pendekatan sosiologis ini vital untuk memastikan setiap tahap penjajakan energi nuklir di Indonesia berjalan secara transparan, aman, dan humanis," ujar Arif.
Kerja sama Indonesia dan Rusia juga mencakup rencana pembangunan PLTN modular kecil, termasuk konsep pembangkit listrik terapung yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan pemerintah telah memasukkan pembangunan PLTN dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
"Untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, ditargetkan pembangunan dua unit dengan total kapasitas 500 MW," kata Yuliot.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pengembangan PLTN diharapkan menjadi salah satu sumber energi baru yang mampu memperkuat ketahanan listrik nasional sekaligus mendukung target pemerintah meningkatkan porsi energi bersih dalam bauran energi Indonesia.

