SUARBERITA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia dan Jepang harus menjadi bagian dari solusi stabilitas global di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dilansir dari laporan RRI.co.id, pertemuan tersebut membahas peran strategis kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketegangan kawasan hingga ketidakpastian ekonomi. “Kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas regional dan menjadi kekuatan penstabil di kawasan Asia,” demikian bunyi pernyataan bersama dari pertemuan tersebut.
Komitmen ini muncul di saat Indonesia juga mengambil langkah-langkah strategis di sektor energi. Mengutip Media Indonesia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Indonesia membuka peluang impor minyak dari Rusia sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi. Langkah ini diambil sebagai respons atas ketidakpastian geopolitik yang terus membayangi kawasan Timur Tengah, sehingga memaksa Indonesia untuk mencari opsi pasokan alternatif.
Keputusan ini dinilai penting mengingat tekanan geopolitik juga berdampak langsung pada fundamental ekonomi Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau melemah ke level Rp17.002 per dolar AS pada perdagangan Kamis sore, tertekan oleh sentimen ketidakpastian global dan kenaikan harga minyak mentah yang berada di kisaran 90-100 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN. Ke depan, kolaborasi Indonesia-Jepang diharapkan mampu menjadi benteng stabilitas ekonomi dan politik kawasan.
