Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Indonesia dan Belarus Teken Sejumlah MoU untuk Perluas Kerja Sama Strategis di Berbagai Sektor

Ulfa Safira3 Juli 202609.48 WIB
Indonesia dan Belarus Teken Sejumlah MoU untuk Perluas Kerja Sama Strategis di Berbagai Sektor

SUARBERITA.COM - Indonesia dan Belarus memperkuat hubungan bilateral melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor strategis. Selain itu, kedua negara juga membahas peluang kerja sama ekonomi yang diperkirakan mencapai sekitar 500 juta dolar AS sebagai bagian dari upaya memperluas kemitraan di berbagai bidang.

Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan kerja sama yang disepakati mencakup sektor kesehatan, kebudayaan, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, hingga jasa keuangan. Menurutnya, hubungan kerja sama di bidang pertahanan juga terus berkembang dengan baik.

"Komitmen Indonesia dan Belarus untuk memperkuat hubungan bilateral juga dibuktikan hari ini dengan ditandatanganinya sejumlah dokumen kerja sama oleh delegasi kedua negara, di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, serta jasa keuangan. Di bidang kerja sama pertahanan, hubungan kami juga sangat baik," kata Prabowo dalam pernyataan bersama Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7), dilansir dari Antara

Sebagai tindak lanjut penguatan hubungan bilateral, Indonesia dan Belarus juga meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030. Dokumen tersebut akan menjadi acuan bagi kedua negara dalam mengembangkan kerja sama di berbagai sektor selama lima tahun ke depan.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan penguatan hubungan Indonesia dan Belarus juga didukung hasil forum bisnis yang digelar beberapa hari sebelumnya. Dari forum tersebut, kedua negara membahas potensi kerja sama ekonomi senilai sekitar 500 juta dolar AS, terutama melalui peningkatan perdagangan dan investasi.

"Kalau saya tidak salah laporannya itu 500 juta (dolar AS) dan saya kira ini juga kedua Presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," ujarnya saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, pertemuan Prabowo dan Lukashenko merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI ke Belarus pada Juli 2025. Menurutnya, hubungan kedua negara kini memasuki fase yang lebih erat, salah satunya didukung oleh perjanjian dagang antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU) yang telah diratifikasi Belarus.

"Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kita memasuki satu, kalau saya boleh katakan, tahap yang baru yang lebih intensif di mana dari situ pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap (peta jalan) hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus," lanjutnya

Sugiono menambahkan, ketahanan pangan dan energi menjadi sektor prioritas dalam pengembangan kerja sama kedua negara. Pembahasan juga mencakup komoditas pertanian, termasuk penyediaan bahan baku pupuk.

Sementara itu, Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan negaranya siap memperluas kemitraan dengan Indonesia. Kerja sama tidak hanya difokuskan pada perdagangan, tetapi juga mencakup pembentukan perusahaan patungan (joint venture), pengembangan industri, serta kolaborasi di bidang kesehatan dan pendidikan tenaga medis.

"Kami siap membuka berbagai proyek kerja sama dan memperluas kerja sama di Indonesia, tidak hanya di bidang perdagangan, tetapi juga melalui pembangunan perusahaan bersama, 'joint venture', dan lokalisasi industri,"ujar Lukashenko.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!