Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

IHSG Terus Memerah Pasca Gejolak Timur Tengah.

Maindarto Sukowati9 Maret 202614.11 WIB
IHSG Terus Memerah Pasca Gejolak Timur Tengah.

Jakarta – hampir dua pekan gejolak di Timur Tengah menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi lebih dari 5% pada awal pembukaan perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026). IHSG tercatat sempat bergerak di level terendahnya pada posisi 7.100-an.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, koreksi lebih dari 5% tercatat sekitar pukul 09.12 WIB di level 7.156,68. Kemudian saat ini, IHSG bergerak di level 7.287,98 dengan koreksi sebesar 3,92%. Investor saat ini tengah mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang atau emergin market.

"Geopolitik di Timur Tengah masih memberi efek risk-off di pasar global karena memicu kenaikan harga energi dan meningkatkan ketidakpastian, sehingga investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham di emerging markets," Sejalan dengan sikap risk-off imbas meningkatnya ketegangan Timur Tengah, tercatat aksi jual investor terhadap saham big caps di Indonesia. Hal tersebut juga yang menekankan pergerakan IHSG.

"Ketika saham berkapitalisasi besar terkoreksi bersamaan, dampaknya langsung terasa pada IHSG," jelasnya.

Selain pergerakan IHSG, konflik Timur Tengah juga berdampak pada harga minyak dunia hingga nilai tukar rupiah. Harga minyak mentah saat ini tembus US$ 100 per barel dan rupiah melemah melebihi level psikologisnya dan nilai tukar Rupiah sudah menembus level psikologisnya dan berada di Rp 17.009/US$. Dari sisi teknikal, sudah proyeksikan IHSG masih melanjutkan koreksinya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!