SUARBERITA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup zona merah pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Pada sesi pagi, IHSG tercatat melemah ke kisaran 6.969, melanjutkan tren penurunan sejak awal pekan. Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya indeks juga gagal menembus level psikologis 7.000 dan ditutup turun sekitar 0,53% ke level 6.989.
Dilansir dari Kabarbursa, (06/04/2026), Pasar saham Indonesia masih terpengaruh kondisi global yang belum stabil. Ketidakpastian ekonomi dan pergerakan bursa Asia membuat investor cenderung menahan transaksi atau melakukan aksi jual. Setelah mengalami penguatan pada periode sebelumnya, sebagian pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan, yang kemudian memicu tekanan jual di pasar saham. Selain itu, pelemahan juga dipicu oleh tekanan pada sejumlah sektor utama, seperti infrastruktur, barang konsumsi primer, serta transportasi dan logistik.
Gagalnya IHSG menembus level resistance 7.000 juga menjadi sinyal kuat bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi jual lanjutan. Level tersebut dinilai sebagai batas psikologis penting, sehingga kegagalan menembusnya memperkuat sentiment negative di pasar.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG saat ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase konsolidasi. Investor cenderung bersikap “Wait and See” sambil mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan keuangan ke depan.

