Suar Berita
News

IHSG Bergejolak, Pihak Asing Jual Saham RI! BI Ungkap Fakta Lain soal Arus Modal

Angelina Iskandar Saputri27 Oktober 202615.00 WIB
IHSG Bergejolak, Pihak Asing Jual Saham RI! BI Ungkap Fakta Lain soal Arus Modal

SUARBERITA.COM - Investor asing masih menjual saham Indonesia di tengah gejolak IHSG. Namun, ada fakta menarik yang bisa dilihat dimana Dana asing tidak seluruhnya meninggalkan pasar keuangan Indonesia.

Dalam Laporan Kebijakan Moneter yang dirilis 23 Oktober 2026, Bank Indonesia menyatakan arus modal asing keluar dari pasar saham berlanjut pada Oktober, sebaliknya investasi asing masih mengalir masuk ke Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.

Tercatat hingga 19 Oktober total investasi portofolio asing pada triwulan keempat justru mencatat arus masuk bersih 660 juta dolar Amerika Serikat, Artinya tekanan di bursa saham tidak otomatis menggambarkan seluruh pergerakan modal asing.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, juga menyoroti kontribusi investor dalam negeri.

“Ini kekuatan domestik Bapak,” ujar Friderica ketika menyampaikan laporan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, 21 Oktober 2026 sebagaimana dimuat laman resmi Presiden RI, (23/10/2026).

Menurutnya, pembelian kembali saham dan aktivitas investor ritel membantu menopang pasar ketika investor asing masih melakukan penjualan bersih.

Meski begitu, IHSG masih menghadapi tekanan. Pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, IHSG melemah ke level 5.308,837, anjlok 1,20% atau turun 64,257 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.373,094.

Menurut BI, geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat juga memengaruhi rupiah.

Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen dan memperkuat insentif lindung nilai untuk menjaga stabilitas serta menarik aliran modal.

Perkembangan tersebut memperlihatkan dua kondisi berbeda. Investor asing mengurangi kepemilikan saham, tetapi sebagian dana tetap masuk melalui instrumen keuangan lain. Otoritas kini berupaya menjaga stabilitas rupiah dan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!