SUARBERITA.COM - Perayaan Idul Adha 1447 H yang diselenggarakan pada Rabu, 27 Mei 2026, di Masjid Istiqlal berlangsung secara khidmat sekaligus menjadi inisiatif pengumpulan hewan kurban berskala nasional. Menurut pemantauan jurnalis Suar Berita yang dihimpun oleh panitia penyelenggara, jumlah hewan kurban yang telah diterima tercatat sebanyak 63 ekor sapi, 12 ekor kambing, dan 1 ekor domba. Jumlah tersebut diproyeksikan akan mengalami peningkatan seiring dengan adanya kontribusi dari sejumlah warga non-muslim.
Salat Id berjamaah dimulai pada pukul 07:00 WIB, dipimpin oleh Imam Ahmad Anshoruddin Ibrahim, dengan pidato yang disampaikan oleh Prof. K.H. Hamdan Juhannis, M.A.,Ph.D., Rektor UIN Alauddin Makassar, yang berfokus pada tema "Memperkuat Semangat Kurban Peduli Alam dan Kemanusiaan." Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri lainnya dari Kabinet Merah Putih, dan ratusan jamaah juga hadir selama ibadah tersebut. Hewan kurban yang dikumpulkan adalah sumbangan dari banyak individu, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran, dan Presiden RI-5 Megawati Soekarnoputri.
Secara khusus, beberapa hadiah berasal dari warga non-Muslim, mencerminkan toleransi dan solidaritas sosial. Semua hewan kurban telah melewati pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk memverifikasi kesesuaian dan sertifikasi halal mereka.
Operasi penyembelihan dijadwalkan pada hari Kamis, 28 Mei 2026, menggunakan fasilitas canggih yang memenuhi persyaratan kebersihan dan berkelanjutan secara ekologis. Pengurus masjid menekankan bahwa darah dan kotoran hewan akan ditangani dengan baik untuk mencegah pencemaran sungai, dengan sebagian diubah menjadi pupuk organik.
Tahun ini, Masjid Istiqlal menerapkan skema distribusi baru untuk Idul Adha. Untuk menghindari kemacetan dan menjamin distribusi yang tepat, daging kurban selanjutnya tidak akan diserahkan langsung di halaman masjid.
Prosedur distribusi akan dilakukan melalui jaringan pesantren, panti asuhan, perguruan tinggi Islam, kelompok pengajian, dan komunitas jemaah Istiqlal. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan alokasi manfaat Qurban yang adil secara lebih sistematis dan terorganisir.

