SUARBERITA.COM - Sedikitnya empat orang meninggal dunia setelah hujan ekstrem mengguyur Prefektur Chiba, Jepang, pada Kamis (13/8) malam. Hujan tersebut memicu banjir, peringatan longsor, gangguan listrik, serta terhentinya sejumlah layanan transportasi.
Dilansir dari CNN Indonesia, Kantor Manajemen Bencana Prefektur Chiba menyebut curah hujan tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat di wilayah itu. Badan Meteorologi Jepang (JMA) sebelumnya memperingatkan bahwa kondisi tersebut "berpotensi menjadi curah hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Empat korban yang ditemukan meninggal terdiri atas seorang pria berusia sekitar 60-70 tahun yang ditemukan di jalanan banjir, serta perempuan berusia 66 tahun yang terjebak di dalam mobil terendam.
Korban ketiga merupakan pria yang ditemukan tidak berdaya di jalan, sedangkan korban keempat belum diketahui jenis kelamin maupun usianya. Otoritas juga masih mengkhawatirkan satu orang yang diduga meninggal dan mencari satu orang lainnya yang belum ditemukan.
Hujan deras menyebabkan puluhan rumah terendam. Berdasarkan laporan otoritas setempat, sebanyak 45 rumah di Ichikawa, Kashiwa, dan Sakura terendam banjir. Selain itu, hampir 26 ribu rumah mengalami pemadaman listrik pada Jumat (14/8) pagi.
Curah hujan di Chiba sempat mencapai peringatan level 5 pada Kamis sebelum diturunkan menjadi level 4 pada Jumat pagi. Kondisi tersebut juga mengganggu perjalanan warga dan wisatawan.
Sekitar 6.000 orang terpaksa bermalam di Bandara Narita karena gangguan transportasi. Ratusan penumpang lainnya tertahan di Stasiun Chiba setelah layanan kereta dihentikan.
Hujan ekstrem juga membuat sejumlah ruas jalan dan jalur kereta terendam sehingga aktivitas transportasi di wilayah sekitar Tokyo terganggu. Otoritas kemudian menurunkan level peringatan setelah hujan mulai mereda pada Jumat pagi, namun potensi banjir masih menjadi perhatian.
Peristiwa tersebut terjadi saat Jepang tengah memasuki periode libur musim panas, sehingga gangguan transportasi turut berdampak pada banyak warga dan pelancong.

