SUARBERITA.COM - Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, hingga Rabu (1/7) masih belum berhasil dipadamkan. Memasuki hari kedua, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter untuk melakukan pemadaman melalui metode water bombing guna mempercepat pengendalian api.
Langkah tersebut diambil setelah upaya pemadaman dari darat menghadapi berbagai kendala. Titik api berada di area tumpukan sampah yang tinggi sehingga sulit dijangkau kendaraan pemadam, sementara asap tebal membatasi jarak pandang petugas di lapangan.
“Tumpukan sampah itu yang sudah bertahun-tahun mengandung gas metana. Apabila sudah panas yang ekstrem, maka gas itu bisa menjadi api,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, dikutip dari CNNIndonesia, (1/7).
Kondisi gunungan sampah menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman. Menurutnya, meski selang pemadam telah menjangkau lokasi, petugas tetap kesulitan mendekati pusat api karena tertutup asap pekat. Ia berharap dukungan helikopter dari BNPB dapat mempercepat penanganan kebakaran yang terus berlangsung.
Di sisi lain, tim gabungan masih mengerahkan puluhan personel beserta armada pemadam untuk mencegah api meluas ke area lain. Petugas juga terus melakukan penyemprotan dari berbagai sisi sembari menungu hasil operasi pemadaman melalui jalur udara.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin diduga semakin sulit dikendalikan karena material sampah yang mudah terbakar serta titik api yang berada di bagian dalam timbunan. Kondisi tersebut membuat proses pendingin membutuhkan waktu lebih lama dibanding kebakaran biasa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut. Namun, petugas masih bersiaga di lokasi karena api dan kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik, sementara proses pemadaman terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

