SUARBERITA.COM - Peringatan Hari Stroke Sedunia pada Kamis (29/10/2026) menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke, penyakit yang dapat menyerang secara mendadak dan membutuhkan penanganan medis segera.
Tahun ini, World Stroke Organization (WSO) mengusung kampanye Every M1nute Counts atau setiap menit sangat berarti, untuk mengingatkan pentingnya mengenali gejala stroke sejak dini.
Menurut WSO, satu dari empat orang berisiko mengalami stroke sepanjang hidupnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko kerusakan otak dan kecacatan jangka panjang.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, sebelumnya mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah mendeteksi risiko penyakit sebelum gejala muncul.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga orang tetap sehat, sebelum mereka sakit,” ujar Budi dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor Kemenkes, Senin (26/10/2026).
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa gejala stroke dapat dikenali melalui gerakan wajah yang tidak simetris, kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, hingga kesulitan berbicara.
Masyarakat juga perlu mewaspadai gangguan penglihatan, sakit kepala hebat secara tiba-tiba, serta hilangnya keseimbangan.
Apabila gejala tersebut muncul, penderita harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan tanpa menunggu kondisinya membaik.
Selain mengenali gejala, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan mengontrol tekanan darah, menjaga pola makan, berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Peringatan Hari Stroke Sedunia diharapkan menjadi pengingat bahwa mengenali gejala dan bertindak cepat dapat menyelamatkan nyawa.

