SUARBERITA.COM - Sejumlah peternak ayam petelur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi membagikan ayam secara gratis kepada masyarakat di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Senin (10/8).
Aksi tersebut dilakukan di tengah kondisi harga telur yang mengalami penurunan. Para peternak menilai harga jual saat ini tidak sebanding dengan biaya produksi yang masih tinggi, terutama untuk kebutuhan pakan.
Sebanyak 1.600 ayam petelur dibagikan dalam aksi tersebut. Ayam yang diberikan merupakan ayam yang sudah memasuki masa afkir atau tidak lagi produktif menghasilkan telur secara optimal.
Koordinator Peternak Ayam Petelur DIY, Andry Patra, mengatakan harga telur saat ini berada di sekitar Rp22.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut masih berada di bawah tingkat yang dianggap ideal bagi peternak.
“Karena harga telur hari ini RP22.000, normalnya adalah Rp24.000-RP25.000,” kata Andry, dikutip dari DetikJogja, (10/8).
Ia menyebut kondisi harga telur yang rendah telah berlangsung selama beberapa waktu. Di sisi lain, biaya pakan justru mengalami kenaikan sehingga keuntungan peternak semakin tertekan.
Selain telur, harga ayam afkir juga ikut melemah. Kondisi tersebut membuat peternak menghadapi tekanan dari dua sisi, yakni harga jual hasil produksi yang turun sementara biaya pemeliharaan tetap tinggi.
Melalui aksi di Malioboro, para peternak juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi industri ayam petelur. Salah satu persoalan yang mereka soroti adalah perlunya penyerapan ayam afkir agar tidak semakin menekan harga di tingkat peternak.
Para peternak berharap adanya langkah pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara produksi, harga jual, dan biaya pakan sehingga usaha peternakan ayam petelur tetap dapat bertahan.

