SUARBERITA.COM - Kabar baik datang dari sektor energi global yang sempat memanas dalam beberapa bulan terakhir akibat konflik bersenjata. Ketegangan dunia yang mulai mereda berdampak langsung pada penurunan harga minyak mentah. Momen penting ini pun langsung mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang melihatnya sebagai peluang emas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto menyambut baik kabar turunnya harga minyak mentah dunia di bawah 80 dollar AS per barel. Penurunan ini terjadi setelah adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang turut membuka kembali Selat Hormuz. Prabowo berharap kondisi global ini bisa membawa angin segar dan memberikan sentimen positif bagi perkembangan ekonomi di dalam negeri.
Cerita tentang respon positif Presiden ini diungkapkan oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, setelah dirinya mendampingi Prabowo dalam pertemuan dengan bank-bank milik negara (Himbara) di Istana Negara. "Kita harus optimis ke depannya perekonomian kita akan berjalan baik, berjalan maju," ujar Rosan menirukan pesan presiden. Dikutip dari kompas, Jum’at (19/6/2026).
Rosan menjelaskan lebih lanjut bahwa presiden sangat mengapresiasi langkah damai yang diambil oleh para pemimpin dunia. "Apalagi tadi disampaikan juga (oleh Prabowo), dengan kesepakatan dari Presiden Trump dan juga pemerintah Iran, harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (USD per barrel), dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita," sambung Rosan.
Selain membahas soal harga minyak, Prabowo juga memberikan instruksi khusus kepada sektor perbankan untuk mengawal kemandirian bangsa. Rosan menyampaikan, Prabowo meminta agar sektor pangan diberikan perhatian khusus. Kepala Negara ingin agar perekonomian Indonesia harus bisa berdiri di atas kaki sendiri (berdikari), "Dengan support dan bantuan dari pihak perbankan terutama perbankan Himbara," ucap Rosan menambahkan.
Turunnya harga minyak dunia akibat damainya AS dan Iran menjadi angin segar yang memicu rasa optimisme pemerintah Indonesia. Melalui dukungan pembiayaan dari bank-bank Himbara serta fokus kuat pada sektor pangan, Presiden Prabowo meyakini ekonomi Indonesia tidak hanya akan bertahan, melainkan mampu terus melangkah maju menuju kemandirian yang utuh.

