Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Harga Emas Dunia Melemah, Konflik AS–Iran Jadi Sorotan Pasar

Ulfa Safira9 April 202616.00 WIB
Harga Emas Dunia Melemah, Konflik AS–Iran Jadi Sorotan Pasar

SUARBERITA. COM - Harga emas dunia melemah pada awal pekan karena investor menunggu perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pelemahan ini terjadi menjelang tenggat yang diberikan Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak global.

Berdasarkan laporan CNBC, Selasa (7/4/2026), harga emas spot turun 0,4% ke USD 4.654,99 per ounce pada pukul 13.31 waktu New York. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat ditutup naik tipis 0,1% menjadi USD 4.684,70. 

Iran menyatakan ingin mengakhiri konflik secara permanen, tetapi menolak membuka Selat Hormuz dalam gencatan senjata sementara. Di sisi lain, Trump memperingatkan akan mengambil tindakan keras jika kesepakatan tidak tercapai hingga batas waktu yang ditentukan.

Ketidakpastian membuat pasar bersikap hati-hati (Wait and See), menunggu perkembangan konflik yang telah berlangsung lima pekan. Para analis menilai pergerakan harga emas dipengaruhi tidak hanya oleh faktor geopolitik, tetapi juga oleh arah kebijakan suku bunga global.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menekankan bahwa konflik dan kebijakan suku bunga akan menjadi penentu utama pergerakan emas. Jika ketegangan berlanjut, harga energi bisa naik, memicu inflasi, dan membatasi ruang bank sentral, terutama Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Sebagai aset lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi, emas biasanya diminati saat ketidakpastian meningkat. Namun, suku bunga tinggi membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga. Investor juga menunggu data ekonomi AS, termasuk risalah The Fed, data Personal Consumption Expenditures (PCE), dan indeks harga konsumen (CPI), sebagai petunjuk arah kebijakan selanjutnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!