SUARBERITA.COM - Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan pada Senin (6/7/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali awan panas guguran (APG) meluncur ke arah barat daya dengan jarak luncur terjauh mencapai 2.000 meter.
Informasi tersebut disampaikan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Magelang berdasarkan laporan dari BPPTKG. Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magelang, Rian Kurniawan, mengatakan awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 08.28 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.700 meter.
Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 08.41 WIB, Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter. Kedua guguran tersebut mengarah ke hulu Kali Krasak dan Kali Putih yang berada di sektor barat daya Merapi.
"Tadi pagi kami terima informasi dari BPPTKG, bahwa hari ini terjadi awan panas guguran Merapi sebanyak dua kali," ujar Rian dikutip dari Metrotvnews, Senin (6/7/2026).
Data pemantauan menunjukkan durasi awan panas mencapai 124,88 detik dengan amplitudo maksimum 121,54 milimeter. Meski aktivitas vulkanik meningkat, status Gunung Merapi masih ditetapkan pada Level III atau Siaga.
Hingga Senin pagi, BPBD Kabupaten Magelang belum menerima laporan adanya hujan abu maupun dampak lain terhadap permukiman warga akibat dua kali awan panas guguran tersebut.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan BPPTKG. Warga maupun wisatawan diimbau tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana, terutama di sekitar puncak Gunung Merapi dan alur sungai yang berhulu di gunung tersebut.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan pemerintah daerah mengenai perkembangan aktivitas Gunung Merapi. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi bahaya apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu ke depan.

